Connect with us

Headline

Banyak Kapal Mangkrak di Laut Pantura, Mahfud MD Salahkan Susi Pudjiastuti

Published

on

foto: ist/net

Realitarakyat.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, banyaknya kapal besar dan kecil milik pedagang swasta yang mangkrak, sebagai akibat kebijakan Susi Pudjiastuti saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Saat itu, menurut Mahfud, Susi mengeluarkan kebijakan larangan melakukan penangkapan ikan di laut tertentu. Tak heran bila banyak kapal yang berukuran besar maupun kecil banyak yang mangkrak.

“Kapal besar milik pedagang swasta itu sebelumnya banyak yang mangkrak. Itu terjadi karena adanya kebijakan larangan melakukan penangkapan ikan di laut tertentu ketika Ibu Susi menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019. Bahkan, mangkraknya kapal pedagang swasta, juga dialami oleh kapal-kapal berukuran kecil, karena kebijakan lama. Endak boleh ke sana, endak boleh ke sini,” ujar Mahfud, kepada wartawan, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Namun Mahfud mengatakan, kebijakan itu kini berubah. Pada prinsipnya, kata dia, sebuah kebijakan dapat berubah karena melihat perkembangan sosial.

“Mungkin dulu kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Bu Susi bagus, pada saat itu. Tetapi kan hukum dan peraturan itu selalu mengikuti perkembangan situasi sosial politik dan ekonomi. Mungkin ada beberapa hal kecil perlu di-review dan sekarang itu sudah mulai dilakukan,” ujar Mahfud menambahkan.

Sebelumnya, 29 kapal nelayan Pantura secara resmi akan meramaikan perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berada di Natuna Utara, Kepulauan Riau.

“Hari Selasa tanggal 10 Maret 2020 akan ada kapal- kapal nelayan besar dari Pantura sebanyak 29 kapal, 30 sebenarnya, satu sedang perbaikan, kapal besar yang bisa melaut mencari ikan ke tengah, ke ZEE,” ujar Mahfud lebih lanjut.

Dia mengatakan, pengiriman nelayan Pantura di Natuna sudah berdasarkan intruksi presiden (Inpres). Bahwa pemerintah akan menjaga hak berdaulat di Laut Natuna Utara atau ZEE Indonesia berdasarkan Konvensi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982.

Mahfud mengatakan, pengiriman nelayan Pantura di Natuna ini, juga sebagai bentuk kehadiran negara dalam rangka meramaikan wilayahnya.

“Isi Natuna itu dengan kegiatan-kegiatan ekonomi, kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan agar Natuna itu hidup dan negara hadir di situ,” katanya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kata Kang Emil, Jabar Bakal Alami Krisis Pangan di 2021

Published

on

Continue Reading

Headline

Kata Mahfud, Benny Wenda Buat Negara Ilusi

Published

on

Benny Wenda/Net
Continue Reading

Headline

Perlu Gerakan Bersama untuk Wujudkan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual

Published

on

Continue Reading
Loading...