Antisipasi Corona, Komisi I DPR Minta TNI Ketat Jaga Perbatasan Darat dan Laut - Realita Rakyat
Connect with us

DPR

Antisipasi Corona, Komisi I DPR Minta TNI Ketat Jaga Perbatasan Darat dan Laut

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) diminta lebih perketat pengawasan (Pemeriksaan) di pintu masuk daratan wilayah Indonesia. Hal tersebut sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19) baik darat dan laut.

Demikian disampaikan, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid kepada awak media dalam diskusi bertajuk “Bersama Melawan Corona” di bilangan Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Menurutnya, upaya pencegahan penyebaran Corona disebut masuk dalam operasi militer selain perang (OMSP), sehingga pihaknya meminta TNI dilibatkan untuk menjaga wilayah perbatasan tersebut.

“Kalau di bandara kan kita lihat memang sudah ada penjagaan-penjagaan yang kuat, tetapi di batas-batas dari daratan itu, apakah sudah ada penjagaan. Nah, itu yang menurut saya silahkan libatkan TNI, karena memang ini sudah bagian dari (OMSP),” kata Meutya.

Dijelaskan, TNI bisa menjaga pintu masuk ke Indonesia di perbatasan-perbatasan darat. Hal tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengatakan adanya peranan TNI dalam menangani bencana yang masuk operasi militer selain perang.

Menurutnya, bahwa peran TNI sudah cukup baik saat pemulangan WNI yang terkena dampak Corona dari luar negeri serta pemilihan lokasi observasi. Oleh karena itulah,DPR meminta peran TNI ditingkatkan untuk menjaga perbatasan. Komisi I juga berharap Kementerian Pertahanan, mendorong agar TNI seharusnya dilibatkan secara massif guna membantu penanganan Covid-19 tersebut.

“Ini sudah menjadi OMSP, karena jatuhnya adalah ini termasuk bencana. Bencana ini bsia dikategorikan. Artinya, tidak ada keraguan lagi untuk TNI masuk membantu. Kalau nanti misalkan kita membatasi arus-arus masuk ke Indonesia, tidak bisa hanya menjaga bandara. Yang sudah dilakukan saya rasa bagus melalukan disinfektan di bandara-bandara, tapi pintu-pintu lainnya, karena Indonesia negara kepulauan, baik pintu daratan maupun lainnya, itu juga harus dijaga,” imbuh politikus Partai Golkar, Meutya Viada Hafid.

Meutya juga memberikan beberapa catatan kepada Kementerian/Lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi I DPR RI terkait penanganan Corona yang dilakukan pemerintah. Komisi I DPR RI kata Meutya, menilai diseminasi informasi amat penting dalam menghadapi Corona. Meski demikian, peran Kominfo terkait bidang ini, kata Meutya, belum efektif. Ia menilai, bahwa sesungguhnya, ada banyak corong penyampaian informasi yang dapat dipakai oleh Kominfo dalam mengedukasi masyarakat tentang Corona itu sendiri.

“Bekerjasama dengan operator seluler, itu satu langkah yang sebetulnya sangat mudah dan bisa dijalankan, Kedua, bekerjasama dengan televisi-televisi maupun media massa,” ujar Meutya.

Ia berpesan agar Pemerintah berani memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait bahaya Corona, termasuk kemungkinan yang buruk dan tidak menyenangkan.

Pihaknya juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menggalang kerja sama intelijen lintas negara.

“Jadi di intelijen-intelijen asing juga kita minta masukan, ada beberapa negara yang bagus melakukan atau efektif melakukan perang terhadap Corona, ini juga harus dimaksimalkan komunikasi di bidang intelijen di negara-negara lain,” pesan Meutya.

Untuk mengoptimalkan, Meutya juga menyarankan pihak kementeria Komunikasi dan Informatika mengoptimalkan iklan layanan masyarakat di media massa baik televisi maupun cetak.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Soal CSR, Pimpinan DPR Minta Klarifikasi

Published

on

Continue Reading

DPR

Saleh Partaonan Daulay : Polemik RUU HIP Tak Selesai Hanya dengan Ganti Nama

Published

on

Continue Reading

DPR

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka Resmikan Bedah Rumah Nenek Nemah

Published

on

Continue Reading
Loading...