Connect with us

Daerah

Pemkab Rembang Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Covid-19

Published

on

Realitarakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Rembang dan dinas-dinas menggelar rapat Koordinasi Lintas Sektoral menyangkut virus corona, di Aula Lantai IV Setda Kabupaten Rembang Jl. P. Diponegoro No. 90 Rembang, Senin (16/3/2020) pagi.

Bupati Rembang H.Abdul Hafidz mengatakan permintaan maaf kepada teman-teman wartawan karena statmennya tentang Virus Corona. Seolah-olah Bupati Rembang sak karepe dewe (sesukanya sendiri — Red)

“Saya mohon dari teman-teman wartawan bisa mengerti tentang permasalahan virus corona. Karena di daerah menunggu surat resmi dari pusat. Baru kemarin sore, Minggu (15 /3/2020) mendapatkan informasi. Surat edaran Nomor 440/0005942 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid 19) di Jawa Tengah,” terang Bupati Abdul Hafidz.

Bupati Abdul Hafidz mengatakan masyarakat harus memahami tentang virus corona. “Kita yang di daerah manut sama yang diatas (pusat). Banyak kegiatan yang harus dikurangi dibeberapa Kecamatan. Untuk di informasikan, agar masyarakat paham,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Ali Syafi’i saat diwawancarai usai rapat menjelaskan, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi masuknya Virus Corona ke Rembang.

Dikatakan, pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektoral sekaligus dengan pembentukan tim yang melibatkan seluruh stekholder yang ada di Kabupaten Rembang.

Langkah awal yang dilakukan untuk mengantisipasi adalah membuka posko dan melakukan sosialisasi ke setiap tempat ibadah, rumah sakit, puskesmas, dan memberikan posyandu kepada masyarakat.

“Langkah awal kita buka posko di puskesmas dan rumah sakit. Setelah itu melakukan sosialisasi ke Pasar, gereja, masjid,” jelasnya.

Ali menambahkan, angka akibat terinfeksi virus corona di Rembang belum ada. Namun di Solo sudah ada yamg meninggal. Ia mengimbau seluruh masyarakat Rembang agar tetap waspada, dan menjaga kesehatan baik kesehatan diri maupun lingkungan masing-masing.

Menurut Ali Orang Dalam Pantauan (ODP) di Rembang sudah ada 21 orang yang terdampak covid-19, tersebar di beberapa Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Sumber, Kecamatan Kragan, Kecamatan Lasem, Kecamatan Pamotan, Kecamatan Rembang, Kecamatan Sedan, dan Kecamatan Sale.

Karena mereka sudah melakukan perjalanan yang terindikasi tempat virus corona seperti China, Malaysia, Korea, dan habis umroh. Ia menjelaskan, ODP bukan orang yang sakit melainkan masih dalam pantauan karena mempunyai risiko tertular. Di Rembang sendiri belum ada Pasien Dalam Pemeriksaan (PDP).(vie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kejati NTB Periksa Dua Direktur Pelaksana Proyek Jagung 2017

Published

on

ist/net
Continue Reading

Daerah

Penetapan TSK Tanpa Alat Bukti, Jonas Salean Pra Peradilankan Kejati NTT

Published

on

Continue Reading

Daerah

Soal Permintaan Herman Heri, Kasi Penkum : Bisa Diterima, Bisa Juga Tidak

Published

on

Continue Reading
Loading...