Connect with us

TNI -POLRI

Bareskrim Berhasil Menangkap Pelaku Penyeludup 120 WNA Srilangka

Published

on

Realitarakyat.com –  Buronan pelaku penyelundupan manusia terhadap 120 warga negara Srilanka, kembali ditangkap oleh Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Dittipidum Bareskrim) Polri, yakni Edumpiah Niranjan (warga negara Srilanka).

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan pelaku Edumpiah ditangkap di rumah kontrakan milik Dayat daerah Jalan Babakan Sukamantri RT 04/07, Desa Pasir Kuda, Bogor Barat pada Selasa (17/3), kemarin.

“Pelaku EN (Edumpiah Niranjan) ditangkap atas pengembangan dari dua pelaku yang ditangkap sebelumnya, yakni tersangka Lizar alias Rizal di Batam dan tersangka Juan Avel di Bekasi,” kata Listyo Sigit melalui keterangannya di Jakarta pada Rabu (18/3).

Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka, ternyata bertambah ada lima orang pelaku lagi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Saat ini, pelaku yang buronan masih dalam pengejaran anggota di lapangan. “Anggota masih melakukan pengejaran terhadap DPO lainnya,” ujarnya.

Sementara Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan peran pelaku Edumpiah dalam kasus penyelundupan manusia terhadap 120 warga negara Srilanka. Menurut dia, pelaku Edumpiah ini sebagai donatur kepada tersangka Juan Avel. “EN memberikan uang sebesar Rp150 juta kepada pelaku Juan Avel,” kata Ferdy.

Ia mengatakan uang tersebut digunakan untuk pembayaran kapal yang mengangkut 120 orang warga negara Srilanka, yang diberangkatkan dari Pelabuhan Ratu, Indonesia menuju Pulau Reunion, Prancis. “EN juga penghubung dari tersangka Susi Karan (selaku pengendali imigran WNA Srilanka) yang berada di Australi, dan tersangka Sati Silent yang ada di Bali (masih DPO),” jelas dia.

Sebelumnya, Bareskrim menangkap pelaku Rizal sebagai perekrut utama dua orang ABK dalam kasus penyelundupan manusia terhadap 120 orang warga negara Srilanka di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau pada Selasa (10/3/2020).

Rizal diketahui perannya sebagai perekrut utama dua orang ABK, yakni M. Aziz dan Haryanto. Rencananya, 125 orang warga negara Srilanka ini akan dibawa ke Pulau Reunion, Perancis.

Selanjutnya, pelaku Juan Avel alias Toni di Titian Indah Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Kamis, 12 Maret 2020. Peran Juan sebagai pembeli dan penyedia kapal yang dipakai untuk bawa 120 WNA Srilanka ke Pulau Paris.

Selain itu, Juan juga sebagai penyedia bahan bakar kapal dan persediaan makanan selama perjalanan dari Pelabuhan Ratu ke Pulau Reunion, Perancis. Kemudian, Juan yang membayar gaji atau upah dua orang ABK, yakni M. Aziz dan Haryanto.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp1,5 miliar.(Ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TNI -POLRI

Gubernur Lemhannas: Kewenangan Pengerahan TNI Ada Pada Presiden

Published

on

ilustrasi (ist/net)
Continue Reading

DPR

Komisi III Tegaskan Tak Ada Aturan Kapolri harus Agama Tertentu

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid (ist/net)
Continue Reading

Headline

Panglima TNI : Saat ini Banyak Pengguna Medsos Manfaatkan Sebagai Media Propaganda

Published

on

Continue Reading
Loading...