Connect with us

pariwisata

Industri Pariwisata Resah, Minta Pemerintah Bantu Tangani Dampak Covid-19

Published

on

ilust/Net

Realitarakyat.com – Industri pariwisata merupakan salah satu sektor paling terdampak pandemi Covid-19. Okupansi hotel turun drastis hingga hanya 40 persen, dan kunjungan ke tempat wisata ditutup total.

Sekjen PHRI, Maulana Yusran, saat video conference mengungkapkan, sektor pariwisata, khususnya hotel dan restoran paling terdampak sejak Januari lalu atas pandemi Covid-19. “Kalau okupansi di bawah 40 persen tentu operational cost kami tidak bisa tertutupi,” kata Maulana, saat melakukan audensi melalui video conference dengan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah, Senin (23/3/2020).

Dari hasil pendataan PHRI, kata Maulana, dampak Virus Corona bukan hanya tersentral di beberapa daerah saja, melainkan juga seluruh wilayah Indonesia. “Kita butuh bantuan pemerintah untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan ini,” kata Maulanas dikutip dari laman Kemnaker.

Tenaga kerja pariwisata di Bali dan daerah lainnya sudah resah. “Kalau ada way out (jalan keluar) dari pemerintah, kami siap menjelaskan kepada pekerja pariwisata. Karena itu kami butuh langkah-langkah pemerintah menghadapi situasi ini dan kami siap bantu menjelaskannya,” katanya.

Menanggapi hal itu Menaker mengatakan, akan mencari cara agar dampak negatif Pandemi Covid-19 bisa tertangani.

“Kita dalam situasi tidak mudah. Semoga kita bisa melewati masa sulit ini apabila kita saling bahu membahu melawan Corona,” kata Menaker.(vie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Tambahan Modal di Sektor Pariwisata harus Sesuai Pemulihan Sektor Lainnya

Published

on

Anggota Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun (ist/net)
Continue Reading

Headline

Sumba Barat Diguncang Gempa

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

KLHK Dukung Pemkab Konawe Kembangkan Ekowisata Taman Nasional RAW

Published

on

Wakil Menteri (Wamen) LHK Alue Dohong (ist/net)
Continue Reading
Loading...