Jaksa Dituding Kriminalisasi Jefri Un Banunaek di Kasus Embung Mnela Lete - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Jaksa Dituding Kriminalisasi Jefri Un Banunaek di Kasus Embung Mnela Lete

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kasus dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete di Kabupaten TTS tahun 2015 senilai Rp756 juta, terus dipertanyakan oleh Novan Erwin Manafe selaku kuasa hukum terdakwa Jefri Un Banunaek (bekas anggota DPRD NTT).

Kepada wartawan, Senin (23/3/2020), Novan menegaskan bahwa terhadap pendapat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten TTS dalam dalil-dalil yang dikemukakan oleh tim kuasa hukum terdakwa Jefri Un Banunaek, terutama terhadap fakta persidangan terkait kerugian negara yang tidak pasti dan nyata, adalah bersandar pada penafsiran pribadi kuasa hukum terdakwa yang terbatas, maka dapat disampaikan bahwa terhadap perkara a quo JPU Kejari Kabupaten TTS telah melakukan kriminalisasi terhadap terdakwa Jefri Un Banunaek.

Menurut Novan, terdakwa Jefri Un Banunaek ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi embung Mnela Lete ini hanya untuk membuat perkara ini menjadi atensi oleh karena status terdakwa selaku anggota DPRD NTT.

Dilanjutkan Novan, penetapan tersangka terhadap terdakwa JPU melanggar aturan seperti penetapan tersangka dilakukan sebelum adanya laporan hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan embung Mnela Lete pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten TTS Tahun 2015 oleh badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) NTT Nomor SR-333/PW24/5/2019 tanggal 07 Oktober 2019.

Selain itu, kata Novan, JPU Kejari Kabupaten TTS telah mengabaikan perjanjian kerja sama antara kementerian dalam negeri, Kejaksaan RI, dan Kepolisian RI tentang koordinasi aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dengan aparat penegak hukum (APH) dalam penanganan laporan atau pengaduan masyarakat yang berindikasi korupsi pada penylenggaraan pemerintah daerah.

Ditambahkan Novan, selaku kuasa hukum terdakwa Jefri Un Banunaek sangat memahami kegalauan hati dari JPU Kejari Kabupaten TTS yang frustasi karena kepentingan yang diperjuangkan oleh JPU hanyalah untuk membuktikan kesalahan terdakwa yang dilandasi akan semangat agar dapat memenjarakan terdakwa Jefri Un Banunaek meskipun dalam persidangan tidak ditemukan kesalahan yang dilakukan oleh terdakwa Jefri Un Banunaek.

“Menurut saya, perbuatan terdakwa Jefri Un Banunaek merupakan doen plegen sehingga terdakwa hanyalah sebagai alat dalam tindak pidana,” tegas Novan.

Terkait dengan kerugian negara, kata Novan, terdapat perbedaan yang tidak diuraikan secara jelas oleh JPU Kejari Kabupaten TTS dari mana sejumlah kerugian keuangan negara yang dibebankan oleh JPU Kejari Kabupaten TTS kepada keempat terdakwa sebesar Rp 326.435.772,55.

“Ada uraian kerugian negara yang tidak jelas dari JPU. Dimana untuk terdakwa Yohanes Fanggidae sebesar Rp 21.500.000, Timotius Tapatab sebesar Rp 1.517.000, Jemmy Un Banunaek sebesar Rp 265.297.972,55 dan Jefri Un Banunaek sebesar Rp 38.120.800. Sehingga kalau dihitung totalnya kerugian negara sebesar Rp. 326.435.772,55 sudah melebihi hasil kerugian negara yang hanya Rp 288.814.972,55,” ungkap Novan.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Jenazah WNI Dalam Frezer di Kapal China Ternyata Benar Tewas Akibat Dianiaya

Published

on

Continue Reading

Daerah

Wajo Dihantam Banjir, Ribuan Rumah Terendam Dengan Ketinggian Hingga 3 Meter

Published

on

Continue Reading

Daerah

Suku Baduy Minta Agar Hapus Dari Destinasi Wisata

Published

on

Continue Reading
Loading...