Gelar Unras Ditengah Virus Corona, Polisi Amankan Enam Mahasiswa - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Gelar Unras Ditengah Virus Corona, Polisi Amankan Enam Mahasiswa

Published

on

Foto: Rey
image_pdfimage_print

Reakitarakyat.com – Sedikitnya enam orang mahasiswa di Kota Kupang diamankan aparat kepolisian karena menggelar aksi unjuk rasa (unras).

Enam orang mahasiswa yang diamankan polisi itu tergabung dalam Forum Mahasiswa untuk Hak Asasi Manusia (Formasi) Kupang.

Para mahasiswa ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Pasar Kasih, Jalan Soeharto, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Senin (30/3/2020) siang.

Keenam mahasiswa yang diamankan polisi adalah Egy Queen, Yoseph Suban, Robert Kopong, Lalu Zainal Rifal dan Kristo Lamanepa. Mereka adalah mahasiswa Universitas Nusa Cendara (Undana) Kupang.

Seorang lagi bernama Antonius Seran dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.

Selaku koordinator aksi, Kristo Lamanepa kepada wartawan mengatakan, penangkapan terhadap mereka merupakan sebuah pelanggaran sebab mereka telah mengajukan surat izin ke pihak kepolisian untuk melakukan aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami merasa bahwa sudah ajukan surat izin, namun sampai hari ini tidak ada surat balasan sehingga kami tetap menggelar aksi,” kata Kristo.

Aksi demo yang dilakukan oleh enam mahasiswa ini dengan mengusung tema soal penangnan virus Corona (Covid-19).

Sementara, Antonius Seran menyatakan kalau mereka mendapat informasi kalau pada Senin (30/3/2020) DPR RI menggelar sidang untuk membahas omnibus law yang menurut mereka harus ditolak.

Terkait soal Covid-19, ia mengakui kalau mereka menuntut pemerintah Provinsi NTT menuntup semua akses sehingga wabah tersebut tidak masuk ke NTT.

“Kebijakan pemerintah soal Covid-19 belum berpihak pada masyarakat dan langkah pemerintah NTT belum efektif dalam penanganan Covid-19,” tandasnya.

Dalam aksinya, para mahasiswa itu melakukan orasi menyampaikan sejumlah tuntutan mereka. Tuntutan itu juga tertuang dalam tiga poster yang mereka bawa.

Satu poster berisi tuntutan soal perbaikan penanganan Covid-19 oleh pemerintah. Lalu penolakan terhadap Undang-undang omnibus law dan menyatakan rezim Jokowi gagal total.

Sementara di dua poster lain, mereka menuntut perwujudan Undang-undang perlindungan buruh, dan dukungan terhadap aksi mogok buruh.

Adapun tuntutan agar Rektor Unkhair Ternate mencabut Surat Keputusan Drop Out (DO) mahasiswa, dan penolakan terhadap PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sepihak.

KBO Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Sujana ketika dihubungi wartawan, Rabu (01/04/2020) mengakui penangkapan terhadap enam mahasiswa tersebut.

Dijelaskan Wayan, para mahasiswa ini diamankan karena ketika menggelar Unras tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian.

“Iya benar. Kami amankan ada enam orang ketika gelar aksi karena tidak punya izin dari kepolisian,” terang Wayan.

Menurut Wayan, setelah diamankan para mahasiswa ini diperiksa selama satu (1) jam lamanya yang kemudian dipulangkan ke rumah masing – masing.(vee)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Bupati-Wali Kota se-Bali Sepakat Tatanan Era Baru Dimulai Besok 9 Juli 2020

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pasien Covid-19 di Semarang Raya Melonjak, Ganjar: Saya Usul RS Arisan Ruang ICU

Published

on

Continue Reading

Daerah

Warga Lempari Bom Molotov ,Tambang Pasir Makassar New Port Disetop

Published

on

Continue Reading
Loading...