ODP yang Meninggal karena Keracunan bukan Covid-19 - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

ODP yang Meninggal karena Keracunan bukan Covid-19

Published

on

Realitarakyat.com – Salah satu pasien yang Berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) meninggal di Rumah Sakit Leona Kupang, diduga meninggal karena keracunan. Almarhum meninggal bukan karena Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid – 19, Marius Jelamu kepada wartawan, Kamis (02/04/2020) menegaskan bahwa pasien yang berstatus ODP yang meninggal di RS Leona Kota Kupang bukan karena Covid – 19. Pasien diduga kuat meninggal karena keracunan.

“Tidak benar kalau almarhumah meninggal karena Covid-19 tapi karena dugaan keracunan kehamilan. Jadi tidak benar itu yang beredar dimedsos karena Covid-19,” kata Marius.

Marius menjelaskan almarhumah memiliki riwayat perjalanan dari Bali bersama anaknya yang berumur satu tahun. Kemudian Ia melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Baumata, Kabupaten Kupang.

Kepada para petugas medis, kata Marius, almarhumah mengaku usia kehamilanya sudah 7 bulan. Setelah diperiksa oleh petugas medis ditemukan fakta bahwa almarhumah sudah dalam fase mau melahirkan

” Setelah diperiksa ternyata bukan hamil 7 bulan tapi sudah mau melahirkan.karena sudah mau melahirkan almarhuma dirujuk ke rumah sakit Leona,” kata Marius.

Setelah dirujuk di rumah sakit Leona almarhuma ditangani oleh petugas medis. Ketika duduk diatas kursi sebelum tindakan medis, Almarhumah mengalami kejang-kejang dan suhu tubuhnya panas tinggi.

” Memang saat itu suhu badannya sangat tinggi.sangat panas. Jadi diduga keracunan kehamilan,” kata Marius.

Meski demikian, kata Marius, sampel darahnya diambil untuk diperiksa di Laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta. Hasil Lab itu akan diumumkan oleh Juru bicara Gugus Tugas Nasional,” katanya.

Marius menghimbau masyarakat NTT untuk tidak panik dengan dinamika yang ada. Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Gugus Tugas di Provinsi, para pasien yang dirawat sejak tanggal 3 maret hingga saat ini sudah sembuh.

” Seperti kata Bapak Gubernur,walaupun Provinsi NTT masih negatif Corona tapi kita harus siaga dan waspada dengan mengkuti pedoman yang dikeluarkan oleh WHO dan anjuran pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten dan Kota. Kita ikuti semua protokol itu, hindari kerumunan, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang dan menjaga hidup bersih,” jelasnya. (rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Perawat Positif Covid-19, Ambon Tutup 4 Puskesmas

Published

on

Continue Reading

Daerah

Muhammadiyah Klaten Mengaku Dicatut terkait Teror Diskusi UGM

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Melongulane Sulut

Published

on

Continue Reading
Loading...