Perppu 1/2020: Kurang Tepat Tarif Pajak Diturunkan, Ini Alasan Junaidi Auly - Realita Rakyat
Connect with us

Ekonomi

Perppu 1/2020: Kurang Tepat Tarif Pajak Diturunkan, Ini Alasan Junaidi Auly

Published

on

foto: ist/net

Realitarakyat.com – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, dinilai memberikan beberapa stimulus bagi ekonomi.

Salah satunya adalah penyesuaian tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebagaimana ditetapkan pada Pasal 4 ayat (1) huruf a dan berupa penurunan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf b Undang-Undang mengenai Pajak Penghasilan.

Dengan demikian, tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak tersebut, adalah menjadi (a) sebesar 22 persen yang berlaku pada Tahun Pajak 2020 dan Tahun Pajak 2021; dan (b) sebesar 20 persen yang mulai berlaku pada tahun Pajak 2022.

Ada tambahan potongan bagi wajib pajak dalam negeri, yang memenuhi ketentuan: (i) berbentuk Perseroan Terbuka; (ii) dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40% dan (iii) memenuhi persyaratan tertentu, dapat memperoleh tarif sebesar 3% lebih rendah dari tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Realitarakyat.com, Minggu (5/4/2020), anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Junaidi Auly, menjelaskan bahwa munculnya konten stimulus pajak pada Perppu tersebut, tidak diduga sebelumnya.

“Karena memang akan dibicarakan pada Omnibus Law Perpajakan. Jika dikaitkan dengan keuangan negara, tentu dampaknya sangat berpengaruh signifikan pada keuangan negara ke depan,” jelas Junaidi.

Menurut dia, penurunan tarif pajak adalah suatu keputusan yang kurang tepat, apalagi saat ini penerimaan perpajakan selalu meleset (shortfall). Kondisi itu menyebabkan menumpuknya utang tiap tahun.

“Kalau tarifnya terus dikurangi, apakah ada jaminan kegiatan ekonomi semakin tumbuh atau setidaknya kepatuhan dunia usaha membayar pajak semakin baik?“ ungkap Junaidi.

“Pertanyaan berikutnya, apakah penurunan tarif tersebut menjadi stimulus bagi invetasi baru? Karena selama ini masalah yang dihadapi investor lebih dominasi oleh inefisiensi birokrasi. Tarif pajak adalah masalah kesekian dari tumpukan masalah lainnya,” katanya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Kemendag Siapkan 5 Fase New Normal Sektor Perdagangan

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Tiga Usulan ISEI Hadapi Tatanan Kenormalan Baru

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Erick: Stimulus Pemerintah Bisa Menahan Laju Pelemahan Ekonomi

Published

on

Continue Reading
Loading...