Inilah 5 Instruksi kapolri terkait Penanganan Kasus selama Covid 19 - Realita Rakyat
Connect with us

Headline

Inilah 5 Instruksi kapolri terkait Penanganan Kasus selama Covid 19

Published

on

Realitarakyat.com – Polri menjadikan lima surat telegram Kapolri sebagai pedoman dalam melakukan penanganan penyebaran Virus Corona, termasuk penindakan hukum.

Kapolri Jenderal Idham Azis sebelumnya menerbitkan lima Surat Telegram sebagai bentuk penanganan penyebaran Covid-19 oleh kepolisian.

“Secara keseluruhan, Surat Telegram ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Senin (6/4).

Kedua, surat telegram Nomor: ST/1099/IV/HUK.7.1/2020 berisi tentang penanganan kejahatan dalam tugas ketersediaan bahan pokok dan distribusi.

Ketiga, surat telegram Nomor: ST/1100/IV/HUK.7.1/2020 perihal penanganan kejahatan di ruang siber. Keempat, surat bernomor ST/1101/IV/HUK.7.1/2020 ihwal penanganan kejahatan potensial dalam masa penerapan PSBB.

Surat kelima, Nomor ST/1102/IV/HUK.7.1/2020 tentang penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru tiba dari negara terjangkit Covid-19.

Asep menjelaskan bahwa lima surat tersebut dikhususkan untuk penyidik di unit reserse kriminal (reskrim) yang nantinya akan melakukan penindakan hukum selama masa penanganan Covid-19.

Surat telegram itu pertama, bernomor ST/1098/IV/HUK.7.1/2020 tentang penanganan kejahatan potensial selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dalam penerapannya, dia mengklaim penegakan hukum akan menjadi pilihan terakhir.

“Yang dikedepankan oleh Polri adalah upaya preemptif dan preventif. Bila kedua upaya itu tidak efektif, maka upaya penegakan hukum akan dilakukan,” kata Asep.

Hingga saat ini, lanjutnya, polisi telah melakukan pemetaan daerah yang dianggap rawan terjadi kejahatan-kejahatan. Klasifikasi tersebut akan dilanjutkan dengan penentuan penempatan personel dan juga cara bertindak.

“Dimaksudkan Surat Telegram ini agar polisi efektif menangani berbagai persoalan terkait pemberlakuan PSBB,” kata dia.
Sebagai informasi, selama masa pandemi corona ini, polisi setidaknya sudah membubarkan 10.873 kerumunan massa diseluruh Indonesia.

Dalam penerapannya, polisi berpedoman pada Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular; Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan; Pasal 212, Pasal 214 ayat (1) dan 2, Pasal 216, dan Pasal 218 KUHP terkait pembubaran kerumunan oleh petugas.

Sebelum surat telegram itu, Idham Azis sebagai pucuk pimpinan kepolisian telah mengeluarkan Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 terbit pada 19 Maret lalu. Maklumat tersebut dikeluarkan dalam rangka menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra sebelumnya mengkriti dasar hukum yang digunakan kepolisian dalam menindak terkait pelanggaran PSBB. Sebab, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) ataupun Peraturan Pemerintah (PP) tak bisa mengatur sanksi. UU Kekarantinaan Kesehatan pun, katanya, tak mencantumkan hukuman tegas.

LBH Jakarta pun menyebut Polri tak bisa menggunakan UU Kekarantinaan Kesehatan karena frasa di dalamnya tak tegas.(Ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Sekdakot Tidore Meninggal Dunia Akibat Covid 19

Published

on

Continue Reading

Headline

Poros Maritim Dunia bukan jadikan sumber daya laut sebagai ATM

Published

on

Continue Reading

Headline

Masih Meningkat, Update Corona 24 Mei : 22.271 Orang Positif 5402 Sembuh dan 1.372 Orang Meninggal Dunia

Published

on

Continue Reading
Loading...