Connect with us

Ekonomi

Dengan Kriteria Tertentu, Aplikator Ojol Berharap Masih Bisa Antar Penumpang Selama PSBB Berlangsung

Published

on

ilustrasi (foto: dok republika)

Realitarakyat.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (10/4/2020) mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemberlakuan aturan tersebut, akan berdampak pada sejumlah sektor usaha, termasuk pelayanan transportasi umum, tak terkecuali dengan pelayanan transportasi berbasis online.

Pasalnya, selama diberlakukan PSBB, pengendara sepeda motor tidak diperbolehkan berboncengan atau membawa penumpang lain di belakang pengendaranya. Aturan itu diterapkan, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Pertanyaannya, apakah ojek online (ojol) termasuk yang dilarang mengangkut penumpang? Pertanyaan inilah yang kemudian direspon oleh Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2020).

Neneng berharap, para mitra pengemudinya masih diizinkan ‘dalam keadaan tertentu’ untuk mengangkut penumpang.

“Saat ini kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya pemerintah daerah, yang nantinya akan mengatur kebijakan PSBB di masing-masing kota/daerah,” kata Neneng.

Grab mengharapkan, ojek online masih diizinkan untuk mengantar penumpang, yaitu untuk dari dan ke rumah sakit dan berbelanja kebutuhan sehari-hari ke pasar, supermarket atau minimarket.

Sementara Gojek, platform lainnya yang menyediakan layanan ojek online, belum memberikan tanggapan atas rencana pemberlakuan PSBB untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Bantuan untuk pengemudi
Yang pasti, larangan ojek online untuk mengangkut penumpang, akan berdampak langsung pada kondisi keuangan para pengemudi. Terkait dengan itu, Grab tengah menyiapkan beberapa skema bantuan untuk membantu mitra mereka.

Grab Indonesia berkomitmen memfasilitasi mereka untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial untuk pekerja informal yang dirumahkan.

Grab akan menjembatani mitra pengemudi dengan perusahaan rental TPI dan perusahaan leasing kendaraan mengenai relaksasi kredit kendaraan bermotor.

Bagi mitra yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), Grab memberikan bantuan keuangan senilai Rp1,5 juta untuk pengemudi GrabBike dan Rp3 juta untuk GrabCar.

Untuk restoran yang bergabung di layanan GrabFood, Grab mengeluarkan program diskon untuk bahan makanan umum dan kemasan makanan untuk membantu mereka mengurangi biaya operasional.

Gojek, dalam keterangan pers terpisah beberapa waktu lalu, melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa mengeluarkan satu juta kupon makanan per minggu, berupa potongan Rp5.000 bagi mitra pengemudi agar mereka bisa membeli makanan di pedagang UMKM yang ikut dalam program ini.

Untuk tahap awal, kupon ini tersedia untuk pengemudi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Gojek menggandeng 10.000 mitra UMKM yang tergabung di GoFood. Program ini berlangsung mulai 7 April hingga 31 Mei. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Salurkan Dana PEN Bagi UMKM, Pemerintah Perlu Gandeng Koperasi

Published

on

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati (ist/net)
Continue Reading

Ekonomi

LPDB Dukung Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Ekspor 10 Kontainer Kopi ke AS

Published

on

Continue Reading

DPR

Puslit Setjen DPR Gelar Seminar Bahas Penguatan Ekonomi Nasional

Published

on

Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI Indra Pahlevi (ist/net)
Continue Reading
Loading...