Ini Alasan Mengapa Luka pada Pengidap Diabetes Sulit Sembuh - Realita Rakyat
Connect with us

Kesehatan

Ini Alasan Mengapa Luka pada Pengidap Diabetes Sulit Sembuh

Published

on

ilustrasi foto: ist/net

Realitarakyat.com – Selain sering buang air kecil, gejala diabetes lainnya yang harus diwaspadai adalah timbulnya luka yang susah sembuh, terutama pada bagian kaki pengidap diabetes, dan dapat berubah menjadi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Luka yang susah sembuh pada pengidap diabetes itu, bahkan dapat terus menyebar dan terinfeksi, hingga mungkin berakhir dengan amputasi.

Menurut seorang pakar bedah kaki dari Amerika Serikat, dr. Daniel Cohen, luka sekecil apa pun yang dialami pengidap diabetes, harus segera ditangani.

Sebab, luka yang tidak segera diobati itu, akan sangat mungkin berubah menjadi borok, yang dapat semakin serius dan sulit diobati.

Lalu mengapa sih luka pengidap diabetes susah sembuh? Ketahui dalam pembahasan ini.

Kadar gula darah, jadi alasan luka susah sembuh pada pengidap diabetes
Ada beberapa faktor yang dapat membuat luka pada pengidap diabetes susah sembuh, terutama di tangan dan kaki.

Komplikasi diabetes ini, biasanya diawali dengan kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali. Lalu, ketika gula darah dibiarkan terus tinggi, saraf-saraf di tubuh dan pembuluh darah arteri akan perlahan rusak. Kondisi ini disebut dengan istilah neuropati diabetik.

Kerusakan saraf tersebut membuat pengidap diabetes cenderung tidak sadar ketika tangan atau kaki terluka karena tidak merasakan sakit, nyeri, atau perih (mati rasa/baal).

Hal ini terjadi, karena saraf-saraf tak lagi mampu mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Sementara itu, kadar gula darah tinggi juga dapat membuat pembuluh darah arteri berangsur mengeras dan menyempit. Akibatnya, aliran darah dari jantung menuju seluruh bagian tubuh terhambat.

Penyempitan arteri kemudian juga akan menghambat suplai darah ke bagian tubuh yang terluka. Padahal, bagian tubuh yang terluka sangat memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah agar bisa cepat sembuh.

Hal ini membuat jaringan yang mengalami trauma pun kesulitan menutup untuk memperbaiki kerusakannya dengan cepat.

Luka pada akhirnya akan tetap terbuka dan basah, sehingga luka pengidap diabetes malah tak kunjung sembuh atau bertambah besar dan parah. Sebab, luka terbuka sangat berisiko untuk terinfeksi dan mengalami kematian jaringan (gangrene).

Pada kebanyakan kasus, pengidap diabetes umumnya baru tersadar ketika luka sudah memburuk dan mengalami infeksi. Itulah sebabnya setiap pengidap diabetes tidak boleh mengabaikan luka yang kecil sekalipun.

Selain karena beberapa faktor tadi, luka pada tubuh pengidap diabetes juga susah sembuh karena daya tahan mereka cenderung melemah.

Melemahnya daya tahan tubuh pengidap diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka yang berlarut-larut.

Sebab, menurut seorang dokter penyakit dalam asal Amerika Serikat, dr. Asquel Getaneh, tingginya kadar gula darah membuat sel-sel yang bertugas untuk menjaga kekebalan tubuh (imun) melemah. Ketika sudah luka, sel-sel imun pun tidak bisa memperbaiki kerusakannya dengan cepat.

Nah, itulah alasan mengapa luka susah sembuh pada pengidap diabetes. Jika kamu memiliki riwayat diabetes, pastikan untuk selalu menjaga diri agar tidak terluka sekecil apapun.

Kalau terjadi luka, cepat-cepat obati dan konsultasikan pada dokter, untuk menghindari risiko infeksi.

Agar lebih mudah dan cepat, kamu bisa download dan gunakan apliasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan luka. (ndi)

 

(Sumber: halodoc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesehatan

Menkes Terbitkan Panduan Pencegahan Covid 19 Di Tempat Kerja New Normal

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

IDI Jelaskan Risiko Tinggi Infeksi Corona di Anak

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Kasus Tinggi, IDAI Sebut Penangan Corona pada Anak Terlambat

Published

on

Continue Reading
Loading...