Connect with us

Daerah

Kasus Penolakan Pemakaman Jenazah Positif Corona, Polda Jateng: Tiga Tersangka Provokator Dijerat Pasal Berlapis

Published

on

foto: ist/net/dok. Gatra

Realitarakyat.com – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budhi Haryanto, menyebutkan bahwa tiga orang yang diduga provokator penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 di Ungaran, Kabupaten Semarang, dijerat dengan pasal berlapis.

Ketiga orang tersebut, katanya, sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 9 April 2020. Ketiganya adalah THP (31), BSS (54), dan S (60). Mereka warga Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Diberitakan sebelumnya, para tersangka itu berusaha memrovokasi dan menghalang-halangi petugas yang akan memakamkan jenazah pasien positif Corona, yakni seorang perawat RS Dr Kariadi di Semarang yang meninggal dunia dengan status positif virus Corona yang akan dimakamkan di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Namun karena jalan masuk menuju TPU diblokade oleh sekitar 10 orang, sehingga petugas tidak bisa melaksanakan tugasnya. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di makam keluar RS Dr.Kariadi di tempat pemakaman umum Bergota Semarang.

Terkait dengan itu, Polda Jawa Tengah menjerat tiga orang yang diduga provokator penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 di Ungaran, dengan pasal berlapis KUHP dan UU Nomor 4/1984.

“Disangkakan dengan pasal 212 dan 214 KUHP serta UU Nomor 4/1984 tentang Penangulangan Wabah,” kata Budi Haryanto, di Semarang, Sabtu (11/4/2020).

Pasal 212 KUHP menyebut: Barang siapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan melawan serang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang waktu itu menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat yang bersangkutan sedang membantunya, diancam karena melawan pejabat dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Sementara pasal 214 KUHP menyatakan: Paksaan dan perlawanan tersebut dalam Pasal 212, bila dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Menurut dia, pemakaman terhadap jenazah pasien positif COVID-19 sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditentukan. “Masyarakat tidak perlu resah. Pemakaman sudah dipersiapkan SOP dan tata caranya,” katanya menambahkan.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat tidak boleh menolak sehingga warga yang menolak dikategorikan sebagai pihak yang melawan hukum. Setelah kejadian ini, ia mengharapkan tidak ada lagi penolakan terhadap jenazah yang akan dimakamkan. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Di Cianjur-Jabar, kuota CPNS dokter spesialis-disabilitas tak terisi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pertimbangan Kondisi Perusahaan, UMP Sulbar Tidak Naik

Published

on

Continue Reading

Daerah

Jonas Salean Tersangka, Yanto Ekon : Tanah Itu Bukan Milik Pemkot Kupang

Published

on

Continue Reading
Loading...