Connect with us

Metropolitan

Polda Metro Jaya: Angka Pelanggaran di Hari Kedua PSBB Makin Berkurang

Published

on

foto: ist/net

Realitarakyat.com – Angka pelanggaran lalu lintas pengguna kendaraan di jalan raya di hari kedua pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta, mengalami penurunan yang cukup drastis.

Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya,  Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2020).

“Evaluasi hari kedua PSBB ini semakin sedikit masyarakat yang melanggar aturan PSBB. Terutama aturan masker mereka sudah memahami tapi nanti kita akan terus sosialisasi,” katanya.

Meski angka pelanggaran terus berkurang, tetapi masih ditemukan beberapa pelanggaran oleh masyarakat terhadap aturan PSBB oleh karena itu Ditlantas Polda Metro Jaya sudah mempersiapkan langkah khusus.

Polda Metro Jaya mulai Senin akan memberikan blanko teguran terhadap masyarakat yang kedapatan melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta dan sekitarnya.

“Hari Senin kita akan berikan semacam blanko teguran bagi masyarakat yang melanggar PSBB,” kata Sambodo.

Dijelaskan Sambodo, apabila pada Senin petugas Ditlantas menemukan ada masyarakat pengguna jalan yang kedapatan melanggar aturan PSBB, petugas akan menghentikan yang bersangkutan lalu diminta turun dari kendaraan dan diminta untuk mengisi blanko teguran dan didata.

“Kemudian akan kita minta turun dari kendaraan, kita minta mengisi blanko, kemudian mereka membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya setelah itu kita dokumentasikan, kita catat, kita foto identitasnya, kita datakan,” ujarnya.

Sambodo mengatakan blanko tersebut adalah bersifat teguran, namun jika yang bersangkutan kembali kedapatan melanggar PSSB untuk kedua kalinya petugas akan memberikan sanksi yang lebih tegas.

“Ketika mereka tertangkap lagi untuk kedua kalinya, akan kita berikan tindakan yang lebih tegas,” tuturnya.

Dia juga mengatakan selain ditujukan untuk menegakkan kebijakan PSBB yang dikeluarkan oleh pemerintah, blanko teguran itu juga menjadi parameter pendataan kepatuhan masyarakat selama masa pemberlakuan PSBB di wilayah ibu kota.

“Ini juga bagian dari pendataan sehingga kita bisa lihat ‘day-by-day’, setiap harinya, sejauh mana kepatuhan masyarakat dalam mematuhi PSBB ini,” kata Sambodo.

Beberapa poin dalam PSBB tersebut antara lain pengendara sepeda motor diperbolehkan membawa penumpang atau berbocengan asalkan penumpang tersebut memiliki domisili tempat tinggal yang sama dengan pengemudi sepeda motor.

Dia juga mengingatkan pengemudi dan penumpang sepeda motor harus mengikuti anjuran pemerintah dengan mengenakan masker.

Kemudian untuk kendaraan pribadi roda empat hanya boleh berisikan 50 persen dari kapasitas maksimal, contoh kendaraan minibus dengan kapasitas enam orang, hanya boleh diisi oleh tiga orang selama masa PSBB.

Landasan hukum pembatasan kendaraan roda dua tersebut mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019, dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

BMKG : Jabodetabek Siang Ini Akan Diguyur Hujan Merata

Published

on

Continue Reading

Metropolitan

Wagub DKI Himbau Warga Tak Perlu Khawatirkan Pemberian Vaksin COVID-19

Published

on

ist/net
Continue Reading

Metropolitan

Ngotot Bentuk Serikat Pekerja, Tiga Petugas Ambulans Dinkes DKI di-PHK

Published

on

ist/net
Continue Reading
Loading...