Catatan Pada Hardiknas 2020 - Realita Rakyat
Connect with us

Opini

Catatan Pada Hardiknas 2020

Published

on

image_pdfimage_print

                                                 Oleh : Dr. Andreas Hugo Pareira

 

Menjelang 75 th HUT Kemerdekaan Indonesia, atau tepatnya di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020, bagaimana dengan pendidikan nasional kita?

Merujuk pada cita2 dasar yang menjadi tujuan didirikannya NKRI salah satunya adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Oleh karena itu, sejak awal lahirnya bangsa Indonesia,founding fathers republik ini sudah sadar betul bahwa pendidikan adalah kata kunci utk mengisi tujuan hidup bangsa yang merdeka. Pendidikan adalah kunci utk menciptakan bangsa yang cerdas.

Sehingga kalau tujuan bernegara adalah “mencerdaskan bangsa” maka pendidikan adalah instrumen untuk melahirkan bangsa yang cerdas. Tidak ada bangsa yang cerdas, yang pendidikannya tidak maju. Suatu bangsa maju, kalau pendidikan dan SDM nya terdidik.

Pendidikan pun merupakan instrumen utama untuk menciptakan keadilan sosial. Perubahan strata sosial individu, masyarakat bahkan bangsa hanya mungkin terjadi kalau memperoleh akses pendidikan yang sama dan merata. Dan untuk melahirkan pendidikan yang mencerdaskan sert pendidikan yang melahirkan keadilan sosial tentu harus didukung oleh sistem pendidikan yang dibangun dari komponen-komponen utama, yaitu: pilihan metode pendidikan yang tepat serta guru / pendidik dan sarana penunjang pendidikan.

Sejalan dengan prioritas pemerintahan Jokowi yg menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas, bangsa ini akan masuk ke dalam suatu era baru dalam sistem pendidikan nasional yang oleh mendikbud Nadiem Makarim disebut Merdeka Belajar.

Inti dari merdeka belajar tentu pada ruang terbuka yg disiapkan untuk guru dan murid agar menguasai komptensi-kompotensi dasar keilmuan dibidangnya masing-masing untuk selanjutnya berinovasi, berkreasi dan berimprovasi dalam proses pendidikan untuk melahirkan talenta-talenta cerdas yg mampu menjawab persoalan dan tantangan kehidupan manusia.

Persoalannya, bisakah kita menerapkan Konsep merdeka belajar ini utk Indomesia setelah sekian lama anak bangsa ini dididik dengan sistem pendidikan indoktrinatif melalui beban kurikulum yg menumpuk yang ditentukan dari atas. Jawabnya; harus bisa! Tentu dengan syarat:
Pertama, konsep merdeka belajar ini harus menjadi metode pendidikan yang dibakukan dalam sistem pendidikan nasional.

Kedua, guru harus dipersiapkan dan memahami konsep merdeka belajar ini, sehingga mampu menerapkan pada murid-muridnya. Ketiga, sarana dan prasarana pendidikan yang memunjang konsep merdeka belajar. Dan keempat karena kita bicara pendidikan utk Indonesia sebagai instrumen mencerdaskan bangsa, sekaligus instrumen keadilan sosial, maka harus ada kesempatan dan akses yang sama bagi anak bangsa Indonesia untuk 3 poin sebelumnya.

Merdeka Belajar di tengah Pandemi
Realita kita saat ini memang memprihatinkan. Kita bangsa ini baru memulai membenahi aspek pendidikan yg multikompleks, kita sdh dihadapi dengan masalah pandemi Covid-19 yang imbasnya sangat terasa pada bidang pendidikan. Semua stake-holder pendidikan saat ini, baik birokrasi pendidikan, guru maupun siswa dipaksa harus bermigrasi dari pola pendidikan reguler tatap muka menjadi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan IT.

Pada aspek migrasi terpaksa ini terasa sekali ketimpangan, kesiapan dan ketidak siapan, antara mereka yang punya dan mereka yg tidak punya, antara mereka yang terbiasa dg perangkat IT dan mereka yg belum terbiasa, antara mereka yg hidup di daerah “merdeka signal” dan mereka yg hidup di daerah “sulit signal”.

Dari peristiwa pandemi covid-19 ini dan imbasnya pada bidang pendidikan, kalau mau jujur harus kita katakan bahwa kita tidak siap. Tapi persoalannya bukan siap atau tidak siap, karena memang tidak ada pilihan lain. Sehingga siap tidak siap kita harus jalankan, dengan segala kekurangan, keterbatasan dan ketimpangan sosial, ekonomi, ge-teknologi maupun pengusaan IT.

Semoga peristiwa pandemi covid-19 menjadi “guru” bagi kita semua utk lebih bertekad membenahi sistem pendidikan kita menuju alam “merdeka belajar yang hakiki, yang mencerdaskan kehidupan bangsa”. Selamat Hardiknas, 2 Mei 2020.

 

*) Penulis adalah Anggota Komisi X DPR RI. Fraksi PDIP dapil Dapil NTT-1.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opini

Azas PDI Perjuangan, Pancasila Pembukaan UUD NRI 1945

Published

on

Oleh : Dr. Ahmad Basarah
Continue Reading

Opini

Polda Papua Barat Harus Kedepankan “Soft Approach” dalam Kasus Anggota Brimob di Teluk Bintuni

Published

on

Continue Reading

Opini

Dilema Golkar dan Kartu Pra Kerja

Published

on

Continue Reading
Loading...