Connect with us

DPD

Senator Papua Barat, Sanusi Rahaningmas Angkat Bicara Soal Rencana 500 TKA China ke Sulteng

Published

on

Realitarakyat.com – Anggota DPD RI dari dapil Papua Barat M.Sanusi Rahaningmas mengatakan, semua yang dilakakukan pemerintah semata mata adalah untuk memutuskan mata rantai dari pada Covid-19 tersebut karena pemerintah sayang sama rakyatnya, ataukah hanya sebuah sandiawara saja.
Pernyataan itu menanggapi isu rencana kedatangan sekitar 500 tenaga kerja asing asal China ke Sulawesi Tenggara yang dianggap bertentangan dengan upaya menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSPBB) demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Menurutnya, dalam kondisi ini semua aturan ditegahkan sampai pada ancaman kepada kepala-kepala daerah yang mencoba bermain (menyalagungakan) anggran untuk penanganan Covid-19. Bila kedapatan melanggar akan dipenjara seumur hidup. Namun, dibalik itu pemerintah Indonesia memperbolehkan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China masuk ke Sulawesi Tenggara adalah satu bentuk pengkhianatan dan pelecehan terhadap sebuah komitmen pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melawan Covid-19 dengan mengganggarkan dana ratutasan Trilliun.

“Ini menjadi sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo.Sebenarnya ada apa dibalik Negara dalam menghadapi Covis-19 ini. Sehingga banyak hal yang sepertinya entah sengaja atau tidak dilakukan demi kepentingan pejabat-pejabat tertentu. Di antaranya adalah menganggarkan 5.6 Triliun untuk kartu prakerja yang hanya habis untuk kegiatan pelatihan yang dikelolah oleh oknum-oknum pejabat di Istana. Sikap demikian menuai berbagai kritikan dan sorotan dari berbagai kalangan di Indonesia yang sangat Prihatin dengan kondisi ekonomi bangsa sekarang ini,”
kata Senator Papua Barat ini kepada wartawan, Jumat (1/5/2020) di kutip MT.

Sanusi Rahaningmas menambahkan,satu masalah belum selesai tiba-tiba muncul lagi keinginan untuk mendatangkan 500 orang TKA asal China, yang nota bene adalah Negara yang pertama kalinya di serang Covid-19.

Dijelaskan, dengan melihat situasi bangsa saat ini,dirinya pun bertanya-tanya, apakah hal tersebut juga di ketahui Presiden atau tidak? Karena itu, Sanusi juga meminta pertanggungjawaban Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar masyarakat Indonesia tau bahwa meskipun mereka dilarang keluar rumah, dilarang mudik alias pulang kampung.

“Lalu, mengapa pemerintah justru bisa perbolehkan TKA China sebanyak 500 orang untuk datang ke Indonesia khususnuya sulawesi Tenggara. Dalam rangka apa sebenarnya ? Sehingga kelak tidak ada dusta diantara Pemerintah dan Rakyat Indonesia,” kata Sanusi bertanya-tanya.

Sebelumnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar, peraturan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19 agar bisa segera dilaksanakan di berbagai daerah. Aturan PSBB tercatat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. (DL).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPD

Putra Nababan: Megawati Ingin Anak Muda Beradab dan Hindari Anarkistis

Published

on

Continue Reading

DPD

Jimly Asshiddiqie : Indonesia Diperebutkan Negara-negara yang Bersiap Perang

Published

on

Continue Reading

DPD

Anggota DPD RI Dapil Sumbar Leonardy Harmainy Dilantik Sebagai Ketum PB Lemkari

Published

on

Continue Reading
Loading...