Waspada, Ini Penyebaran Hepatitis A yang Harus Dipahami - Realita Rakyat
Connect with us

Kesehatan

Waspada, Ini Penyebaran Hepatitis A yang Harus Dipahami

Published

on

foto: ist/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Hepatitis A adalah infeksi hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Beberapa orang mungkin hanya memiliki gejala yang ringan dan berlangsung selama beberapa minggu. Sementara beberapa orang yang lain juga bisa memiliki masalah yang lebih parah bahkan berlangsung hingga berbulan-bulan.

Kabar buruknya, penyakit ini bisa terjadi saat kamu makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi oleh kotoran dari orang yang memiliki virus hepatitis A.

Virus hepatitis A umumnya tidak berbahaya dan beberapa orang tidak mengalami kefatalan saat mengalaminya. Namun, karena perlu beberapa waktu agar virus ini mati, kamu harus menjaga diri sendiri untuk sementara waktu karena virus ini dapat dengan mudah menyebar.

Penyebaran Hepatitis A
Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus hepatitis A ditularkan terutama melalui rute fekal-oral, yaitu ketika orang yang tidak terinfeksi menelan makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi.

Penularan dapat terjadi akibat kebersihan yang buruk seperti saat mempersiapkan makanan dengan tangan yang tidak bersih. Wabah yang ditularkan melalui air, meskipun jarang, biasanya dikaitkan dengan air yang terkontaminasi limbah atau tidak diolah secara memadai.

Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak fisik yang dekat (seperti seks oral-anal) dengan orang yang menular. Namun, kontak biasa di antara orang-orang tidak menyebarkan virus. Beberapa cara penyebaran hepatitis A, yaitu:

– Makan buah-buahan, sayuran, atau makanan lain yang ditangani atau disiapkan oleh orang yang memiliki virus;
– Makan kerang mentah yang dipanen dari air tempat virus itu hidup;
– Menelan es dari air yang terkontaminasi;
– Berhubungan seks dengan seseorang yang mengidap hepatitis A;
– Menyentuh mulut setelah menyentuh benda yang terkontaminasi.

Faktor Risiko Hepatitis A
Seseorang juga bisa berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini jika:
– Memiliki kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi;
– Bepergian ke negara-negara di mana hepatitis A mudah ditemukan;
– Tunawisma;
– Menggunakan obat-obatan narkotika dengan atau tanpa jarum;
– Memiliki kelainan pembekuan darah seperti hemofilia;
– Bekerja dengan primata;
– Mengidap HIV.

Perhatikan Gejala Hepatitis A Berikut
Masa inkubasi hepatitis A biasanya 14–28 hari. Gejala hepatitis A berkisar dari ringan hingga berat, dan dapat meliputi demam, malaise, kehilangan nafsu makan, diare, mual, ketidaknyamanan perut, urin berwarna gelap dan penyakit kuning (kekuningan di kulit dan bagian putih pada mata). Tidak semua orang yang terinfeksi akan memiliki semua gejala.

Orang dewasa memiliki tanda dan gejala penyakit yang lebih parah daripada anak-anak. Sementara anak yang terinfeksi di bawah usia 6 tahun biasanya tidak mengalami gejala yang tampak, dan hanya 10 persen yang mengalami ikterus.

Di antara anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, infeksi biasanya menyebabkan gejala yang lebih parah, dengan penyakit kuning terjadi pada lebih dari 70 persen kasus.

Penting juga diingat, hepatitis A juga terkadang kambuh dan orang yang baru sembuh jatuh sakit lagi dengan episode akut lain.

Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami gejala hepatitis. Pemeriksaan sedini mungkin adalah langkah yang penting untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Jangan khawatir buang waktu lama di rumah sakit, karena kamu kini bisa buat janji dengan dokter langsung menggunakan aplikasi Halodoc. Mudah bukan? (ndi)

 

 

sumber: halodoc

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesehatan

Menkes Terawan “ngantor” di Surabaya Pantau penanganan COVID-19

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

PDPI imbau masyarakat waspada atas laporan transmisi airbone COVID-19

Published

on

Continue Reading

Kesehatan

Pakar UI Ingatkan Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Belum Mencapai Puncak

Published

on

Continue Reading
Loading...