Connect with us

DPR

Pekerja Mulai Aktif, Wakil Ketua Komisi IX DPR : Positif bagi Ekonomi

Published

on

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena

Realitarakyat.com – Pemerintah akan kembali melonggarkan pembatasan sosial untuk mencegah penularan Covid-19. Masyarakat dengan usia di bawah 45 tahun akan kembali diberi izin untuk bekerja dan beraktivitas normal. Langkah tersebut diambil demi mengurangi dampak ekonomi yang lebih luas, terutama angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berpotensi terus meningkat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, pengendalian virus corona di Indonesia dan berbagai negara selalu menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi, sosial dan politik yang menyertainya.

“Aspek kesehatan tetap yang utama dan aspek lain yang terdampak harus juga dilihat sebagai variabel dalam strategi penanganan Covid-19, Presiden Jokowi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) dan kemenkes secara rutin selalu menyampaikan perkembangan aspek kesehatan dan berbagai aspek lain yang berkaitan erat,” ungkap Melki dalam keterangan persnya yang diterima realitarakyat.com, Selasa (12/5/2020).

Penanganan Covid-19 dari aspek kesehatan menurutnya relatif dapat dikendalikan walaupun puncaknya belum bisa diprediksi. Untuk aspek sosial dan ekonomi yang terdampak diperlukan penanganan serius ditunjang dengan data yang tepat. Sama halnya dengan aspek ekonomi perlu mengalami relaksasi untuk mencegah persoalan baru.

Seperti yang diketahui, pekerja kategori usia di bawah 45 tahun berdasarkan data memang tidak terdampak serius saat terpapar Covid-19. Oleh karena itu, pemberian izin untuk kembali bekerja dapat mencegah PHK, pengangguran, dan sektor ekonomi kembali bergeliat.

“Catatan penting yang harus dilakukan secara ketat dan disiplin adalah memastikan kepatuhan kelompok pekerja kategori sesuai protokol kesehatan yang berlaku, aparat hukum harus mengawasi agar kelonggaran ini berjalan sesuai kebijakan PSBB dan protokol kesehatan sehingga pengendalian Covid-19 tetap terkendali,” pungkas Melki.

Perpaduan kepatuhan dan kesadaran masyarakat khususnya kelompok pekerja di bawah 45 tahun dan kapasitas aparat untuk membuat disiplin dengan tetap memastikan kebijakan GTPPC-19 akan berdampak positif ke aspek ekonomi, kesehatan, dan sosial.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Jiwasraya Disuntik Modal Rp20 Triliun, Politisi PKS Mardani Ali Sera Soroti Langkah Pemerintah

Published

on

Continue Reading

DPR

F-PKS kirim surat protes kepada Presiden Prancis

Published

on

Continue Reading

DPR

Gandeng Organisasi Wartawan, Misbakhun Sosialisasikan UU Cipta Kerja di Pasuruan

Published

on

Continue Reading
Loading...