Raihan Prestasi Sudah Cukup, Status Magang di Pelatnas Juga Jadi Alasan Tontowi Gantung Raket - Realita Rakyat
Connect with us

Olahraga

Raihan Prestasi Sudah Cukup, Status Magang di Pelatnas Juga Jadi Alasan Tontowi Gantung Raket

Published

on

foto: ist/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pebulu tangkis spesialis ganda campuran, Tontowi Ahmad, menceritakan alasannya pensiun di usianya yang ke-32 tahun. Dia mengaku, keputusan gantung raket itu, karena dinilai sudah merasa cukup dengan perolehan prestasi di dunia bulu tangkis.

Pernyataan tersebut, dia sampaikan untuk menampik anggapan bahwa dia enggan meneruskan karier profesionalnya, karena ketidakcocokan dengan pasangan barunya setelah ditinggalkan Liliyana Natsir yang lebih dulu pensiun tahun 2019.

“Setelah dengan Butet (sapaan Liliyana) rencana ingin main terus, tapi karena berbagai kondisi, termasuk status saya dimagangkan di pelatnas itu tentu mengganggu. Jadi pensiun bukan karena Butet, saya merasa sudah cukup, mendapat segalanya di bulu tangkis, dan sudah waktunya saya untuk berhenti,” kata Owi, sapaan akrab Tontoei, dalam konferensi pers virtual, Senin (18/5/2020).

Setelah lepas dengan Butet, Owi sempat dipasangkan dengan Winny Oktavina Kandow, dan terakhir dipasangkan dengan Apriyani Rahayu secara tiba-tiba saat tampil di Indonesia Masters 2020 bulan Januari, yang sekaligus menjadi turnamen terakhir yang ia ikuti.

Pria asal Banyumas, Jawa Tengah itu mengaku usianya juga menjadi alasan untuk gantung raket dan ingin menghabiskan lebih banyak waktunya agar bisa lebih dekat dengan keluarga.

Selama menjadi atlet yang bergelimang prestasi, Owi kesulitan untuk bertemu dengan keluarganya karena kegiatan di pelatnas dan persiapan turnamen lebih banyak menyita waktunya.

“Ya sudah cukup lah, ingin punya banyak waktu untuk keluarga. Anak juga suka komplain karena jarang ketemu,” pungkas Owi.

Tontowi, bersama dengan Liliyana, berhasil meraih prestasi tertingginya dengan menyabet medali emas Olimpiade Rio 2016 saat sukses menekuk ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di babak final dengan skor 21-14, 21-12.

Selain itu, Tontowi/Liliyana juga mencatatkan “hat-trick” gelar juara All England pada 2012-2014, dua gelar di kejuaraan dunia BWF, dan gelar juara lainnya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olahraga

Himbara Sinergi Dukung Percepatan Pembangunan Sirkuit Mandalika

Published

on

Continue Reading

Olahraga

Piala Dunia 2022 Qatar Gelar Empat Pertandingan Sehari

Published

on

Continue Reading

Olahraga

Turnamen Sumo akan Kembali Dihadiri Penonton

Published

on

Continue Reading
Loading...