Mahasiswa Penyebab Ipda Erwin Tewas Terbakar Divonis 12 Tahun Penjara - Realita Rakyat
Connect with us

Hukum

Mahasiswa Penyebab Ipda Erwin Tewas Terbakar Divonis 12 Tahun Penjara

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Masih ingatkan Almarhun Ipda Erwin, polisi yang dibakar saat mengamankan demonstrasi di Cianjur, Beliau meninggal dunia pada Senin (26/8/2019) tahun lalu. Dimana Sebelumnya, Ipda Erwin bertugas mengamankan aksi mahasiswa yang tergabung dalam OKP Cipayung Plus Cianjur, Kamis (15/8/2019).

Saat itu pengunjuk rasa memblokade Jalan Siliwangi di depan gerbang kantor Bupati Cianjur. Selain orasi, pengunjuk rasa juga sempat membakar ban.

Ketika petugas berusaha memadamkan ban yang terbakar, tiba-tiba ada seseorang yang melempar plastik berisi cairan yang diduga bensin. Api pun membesar dan menyambar beberapa petugas kepolisian, salah satunya Aiptu Erwin.

Erwin sempat berlari dalam kondisi terbakar. Sejumlah orang mencoba memadamkan api yang menyala di tubuh anggota Bhabinkamtibmas itu dengan air seadanya, termasuk dari gelas-gelas air mineral. Diduga, badan korban terkena cipratan bensin yang dilempar oleh salah satu oknum mahasiswa. Setelah api di tubuhnya padam, Aiptu Erwin sempat tergeletak sendirian di tepi trotoar. Saat itu seorang pelajar bernama M Ridwan Suryana (18) tiba-tiba muncul berlari menghampirinya. Ridwan kemudian memberikan minum kepada Erwin dan menemaninya. Dia juga sempat menenangkan korban dengan membacakan istigfar. namun beliau akhirnya meninggal dunia.

Hari ini Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat menjatuhkan vonis 12 tahun penjara terhadap terdakwa utama dan 9 tahun Perjara bagi empat mahasiswa lainnya.

Mereka divonis bersalah telah menyebabkan Ipda Erwin tewas terbakar dan tiga anggota Polres Cianjur mengalami luka bakar saat mengamankan unjuk rasa berujung ricuh di Cianjur pada tahun lalu.

Sidang putusan yang dipimpin hakim ketua Glorius Anggundoro, di PN Cianjur, Kamis (28/5) berlangsung hingga sore. Persidangan digelar secara online.

“Memutuskan terdakwa 1, 3, 4 dan 5 dijatuhi hukuman 9 tahun penjara, dan terdakwa 2 dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena terbukti bersama-sama melawan petugas sehingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka bakar,” kata Glorius, dikutip dari Antara, Kamis (28/5).

Jaksa Penuntut Umum Kejari Cianjur Slamet Santoso, usai persidangan mengatakan, menyebut putusan itu lebih ringan dari tuntutan. Jaksa sebelumnya menuntut terdakwa dua dengan hukuman 15 tahun penjara dan empat orang lainnya 13 tahun penjara.

“Mungkin ada penilaian lain dari hakim, meskipun kami sudah melayangkan tuntutan di atas keputusan hari ini. Kami akan pikir-pikir terlebih dahulu sebelum melakukan keberatan atas putusan tersebut,” katanya lagi.

Sementara, kuasa hukum terdakwa, Oden Muharam Junaedi, mengatakan pihaknya akan melakukan banding atas putusan tersebut, karena vonis ini mengabaikan subtansi pleidoi para terdakwa yang ditolak hakim, meskipun putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU.

Lihat juga: Polisi Terbakar saat Kawal Demo di Cianjur Meninggal
“Kami akan mengajukan banding atas putusan tersebut, karena berbagai pertimbangan termasuk pleidoi pada persidangan sebelumnya yang ditolak. Kami berharap dalam banding dapat memperingan kembali putusannya,” kata Oden.

Diketahui lima orang mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa berujung rusuh, mengakibatkan sejumlah polisi terbakar saat mengamankan aksi mahasiswa itu, di depan Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019 silam.

Mereka didakwa telah menyebabkan tewasnya Ipda Erwin dan tiga orang anggota polisi lainnya yang mengalami luka bakar saat mengamankan aksi tersebut.

Kelima orang mahasiswa tersebut diduga dengan sengaja membakar ban yang sudah disiapkan dengan menggunakan bahan bakar jenis pertalite yang dilemparkan dari belakang kerumunan. Lemparan bahan bakar itu kemudian menyambar pakaian petugas kepolisian yang berusaha mencegah aksi yang digelar di depan kantor Bupati Cianjur tersebut.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp36,9 Miliar ke Kementerian ATR/BPN

Published

on

Continue Reading

Hukum

 KPK Panggil Mantan Dirut PT Hutama Karya Terkait kasus Korupsi Pembangunan Jembatan di Riau

Published

on

Continue Reading

Headline

Usai Geledah Rumah Pengusaha di Kisaran , Hari Kedua KPK Geledah RSUD Aek Kanopan

Published

on

Continue Reading
Loading...