Ini Tanggapan Menkopolhukam Mahfud MD soal Diskusi Pemecatan Presiden oleh UGM - Realita Rakyat
Connect with us

Nasional

Ini Tanggapan Menkopolhukam Mahfud MD soal Diskusi Pemecatan Presiden oleh UGM

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD turut mengomentari pembatalan diskusi dengan topik pemberhentian presiden dari sistem ketatanegaraan yang diinisiasi oleh mahasiswa Constitusional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UGM.

Ia mengatakan isu makar yang berkembang di media sosial terkait diskusi tersebut tidak benar menurut hukum.

“Kemarin yang muncul di Yogyakarta, UGM, itu kan sayangkan juga tuh. UGM mau ada seminar, kemudian tiba-tiba tidak jadi karena lalu ada isu makar. Padahal enggak juga sih kalau saya baca,” ujarnya dalam video webinar, yang Dikutip Realitarakyat.com, Minggu (31/5/2020).

Mahfud mengenal Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Ni’matul Huda, narasumber yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. Menurut dia, Ni’matul merupakan ahli hukum tata negara.

“Kebetulan yang calon pembicara di UGM itu dulu saya promotornya ketika doktor kemudian jadi asisten selama, Bu Ni’matul Huda, itu orangnya enggak aneh-aneh juga,” kata dia.

Terkait pemecatan presiden, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menerangkan hal itu sudah diatur dalam UUD 1945 dengan lima alasan.

Yakni terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden.

“Di luar itu, membuat kebijakan apa pun presiden itu tidak bisa diberhentikan. Apalagi hanya membuat kebijakan Covid-19 itu enggak ada,” ucapnya.

Mahfud menegaskan pembatalan diskusi tersebut bukan karena ulah pemerintah.

“Ini penting nih informasi, seakan-akan tidak jadi itu merupakan tindakan dari pemerintah. Saya cek ke polisi, enggak ada polisi melarang. Saya cek ke rektor, saya telepon rektor UGM, pembantu rektor, apa itu dilarang saya bilang. Enggak usah dilarang dong,” ujarnya.

“Enggak, pak, mereka di antara mereka sendiri, di antara masyarakat sipil sendiri saling teror, gitu,” kata Mahfud menirukan.

Sementara soal teror yang diterima panitia pelaksana dan narasumber diskusi, ia berjanji akan mengusut tuntas jika ada laporan yang masuk kepadanya.

“Siapa yang mendatangi meneror rumahnya Bu Ni’matul agar tidak itu. Saya bilang laporkan, kalau ada orangnya. Laporkan ke saya, saya nanti menyelesaikan,” kata dia.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasional

Urai Masalah Pandemi COVID-19, BPPT Bentuk Tim TFRIC-19

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Nasional

Hilirisasi Teknologi, Langkah Strategis BPPT Hadapi Pandemi

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Nasional

Kolaborasi Kajian Dinilai Mampu Percepat Riset Penanganan Covid-19

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading
Loading...