Dirut BAKTI Kemenkominfo, Jelaskan Skema Bangun Konektivitas Digital Daerah Terpencil - Realita Rakyat
Connect with us

Ekonomi

Dirut BAKTI Kemenkominfo, Jelaskan Skema Bangun Konektivitas Digital Daerah Terpencil

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Achmad Latif mengatakan, pemerintah memiliki skema tersendiri bagaimana membangun konektifitas digital hingga ke ribuan desa di daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia. Hal tersebut dikarenakan, tidak semua wilayah mendapatkan akses internet dari operator seluler.

“Kami membangun di lokasi di mana operator tidak membangun karena alasan bisnis yang tidak layak, kami mencoba menyelesaikan persoalan ini, jadi membuat skema yang nanti operator bisa hadir,” kata pria kelahiran Bandung,Jawa Barat itu dalam Streminar yang digelar Sobat Cyber Indonesia, dari Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Lanjutnya, bahwa dari skema tersebut, ada sebagian insentif yang ditempuh pemerintah agar operator seluler bisa hadir di daerah-daerah terpencil sebagai komersil.

“Sebagai contoh, untuk membangun menara BTS (Base Tranceiver Station) di desa-desa, komponen biayanya banyak. Salah satu yang terbesar biayanya adalah transmisi, yakni bagaimana menara BTS bisa terhubung ke jaringan, setidaknya yang ada di Ibukota Kabupaten,” kata dia.

Selain itu, ada pilihan lainnya, seperti menggunakan satelit yang biayanya juga mahal di daerah yang sudah ada fasilitas listrik. Hal ini belum termasuk daerah terpencil lainnya yang juga belum tersentuh aliran listrik.

Dikatakan bahwa pemerintah menyiapkan opsi menggunakan solar panel kepada operator seluler, meskipun juga dihadapkan dengan biaya yang sangat mahal.

“Jadi, itulah skema yang coba kita gunakan, jadi silahkan operator membawa perangkatnya tetapi listrik dan trasmisinya pemerintah yang siapkan. Itu sudah menyelesaikan 80% cost yang harus mereka keluarkan, sehingga operator cukup menanggung 20%-nya,” papar Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Achmad Latif.

Sebelumnya, kata Anang, bahwa pemerintah mendapatkan mandat untuk mengelola dana Universal Service Obligation (USO) sebesar 1,25 persen.

Meskipun dana tersebut tidak cukup untuk membangun konektifitas digital di daerah terpencil, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo terus memastikan desa-desa di Indonesia terhubung dengan layanan internet, serta meningkatkan Infrastruktur Digital Pedesaan untuk Menghadapi New Normal.

Acara ini dihadiri antara lain Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Sekjen ATSI Marwan Baasir, dan Penggerak Desa Digital Ariani Djalal. (DL).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

833 Pedagang Pasar Tradisional Positif Corona

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

KSPPS ‘Fastabiq Khoiro Ummah’ Didorong Jadi Koperasi Skala Nasional

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Pengamat Minta KKP Tak Abaikan Pengelolaan Perikanan Kerkelanjutan

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading
Loading...