Demokrat Minta KPU Fleksibel soal Kampanye Pilkada Serentak 2020 Maksimal 20 Orang - Realita Rakyat
Connect with us

Pilkada 2020

Demokrat Minta KPU Fleksibel soal Kampanye Pilkada Serentak 2020 Maksimal 20 Orang

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Partai Demokrat mengomentasi soal rencana Komisi Pemelihan Umum (KPU) yang akan membatasi massa yang menghadiri kampanye maksimal 20 orang. Pembatasan itu terutang dalam draf rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Pilkada Serentak 2020 dalam Kondisi Bencana Nonalam, khususnya pandemi virus corona (Covid-19).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati meminta KPU tidak kaku dalam membuat aturan. Penyelenggara pemilu itu diminta lebih supel dan adaptif dengan tidak menyebut jumlah pasti 20 orang terkait jumlah maksimal menghadiri kampanye.

“Saya berpendapat bahwa pertemuan massa kampanye tidak dibatasi dengan kata-kata maksimal 20 orang, dibuat lebih fleksibel,” katanya melalui telekonferensi ‘Uji Publik Virtual Draf PKPU Pilkada Serentak 2020 di Tengah Covid-19’, Sabtu (6/6/2020).

Andi memaparkan, usulan itu disampaikan karena kondisi lapangan di masing-masing wilayah Indonesia berbeda-beda. Dia mengaku, kapasitas dan luas ruangan yang ada di satu daerah belum tentu sama dengan daerah lainnya.

“Kita kan juga tidak tahu ya kapasitas ruangannya, misalnya dilakukan kampanye terbatas, kapasitas ruangannya berbeda-beda di tiap daerah, maka seharusnya tidak eksplisit menyebut angka 20, itu akan jadi lebih bijak,” ujarnya.

Dalam metode pelaksanaan kampanye, menurut Andi, penjelasan aturan maksimal massa yang dapat hadir, dapat diganti dengan kalimat ‘Menyesuaikan Kondisi Ruangan dan Tetap Menerapkan Protokol Covid-19’. Dia juga meminta kepedulian KPU terhadap masyarakat disabilitas.

Andi menuturkan, dirinya belum melihat aturan terkait para difabel dalam draf rancangan PKPU tersebut. “Untuk disabilitas itu harus ada aturan khusus bagaimana mereka yang tidak bisa mandiri, mereka harus masuk ke bilik suara, sementara ada larangan berpegangan tangan dan lain-lain. Saya sarankan KPU menambahkan,” tuturnya.

Bagi para difabel, dia mencontohkan, mereka dapat didampingi keluarga atau orang satu rumah. Selain itu para pedamping difabel itu dapat menggunakan sarung tangan guna menghindari kontak lansung.

“Secara detilnya terserah KPU gimana nanti, tapi ya itu saran saya jangan kita melupakan orang-orang disabilitas yang harus didampingi dan melakukan kontak sentuh,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam pemaparannya melalui telekonferensi mengatakan, massa yang boleh menghadiri kampanye akan dibatasi maksimal 20 orang.

“Dilakukan secara langsung dengan ketentuan dilaksanakan dalam ruangan atau gedung tertutup, peserta kampanye paling banyak 20 orang,” katanya di uji publik virtual rancangan Peraturan KPU (PKPU) untuk Pilkada Serentak 2020 dalam kondisi bencana nonalam, Sabtu siang.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pilkada 2020

KPU Berharap Kampus Turut Mensukseskan Pilkada Serentak 2020

Published

on

Continue Reading

Pilkada 2020

Mendagri nyatakan bupati berstatus tersangka masih bisa ikut pilkada

Published

on

Continue Reading

Pilkada 2020

KPU Pastikan Rekrut PPDP Bebas Dari COVID-19

Published

on

Continue Reading
Loading...