TNI AL Petakan 3 Titik Rawan Wilayah Indonesia - Realita Rakyat
Connect with us

TNI -POLRI

TNI AL Petakan 3 Titik Rawan Wilayah Indonesia

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyebutkan setidaknya ada tiga titik kerawanan di Indonesia berdasarkan posisi geopolitiknya. Asisten Operasi Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksda Didik Setiyono mengatakan tiga titik kerawanan tersebut berpotensi menggangu keamanan dan kedaulatan nasional jika tidak dijaga dengan serius.

“Titik rawan pertama adalah wilayah Natuna dan Laut China Selatan yang memiliki kerawanan konflik terbuka antar-dua kekuatan terbesar dunia,” kata Didik dalam webinar bertajuk ‘Penguatan Sistem Keamanan Laut di Indonesia’, Jumat (5/6/2020).

Didik melanjutkan wilayah Papua juga masuk ke dalam titik kerawanan yang ada di Indonesia. Dia menilai sering terjadinya konflik horizontal dengan kelompok kriminal bersenjata di Papua berpotensi menggangu keamanan nasional.

“Titik rawan kedua ada di wilayah Papua yang memiliki konflik horizontal antar-kelompok kriminal bersenjata yang mendorong Papua keluar dari Indonesia,” ujarnya.

Wilayah Ambalat, sambung Didik, juga masuk ke dalam bagian titik kerawanan di Indonesia. Wilayah yang berlokasi di utara daerah Makassar ini berpotensi menciptakan konflik perbatasan dengan negara Malaysia.

“Selain itu juga di situ kerap kali terjadi perompakan dan pembajakan dari kelompok Abu Sayyaf. Ini yang harus kita pahami,” imbuhnya.

Terkait pengamanan di wilayah rawan Indonesia, khususnya terkait sistem keamanan laut nasional, Didik mengingatkan sistem pengamanan tersebut harus didukung oleh kebijakan pusat yang tegas sinergitas antar-lembaga yang solid.

Dia menyebut untuk menciptakan hal itu, maka perlu adanya aturan payung hukum yang jelas dalam menjalankan tiap operasi pengamanan yang melibatkan banyak lembaga terkait.

“Satu hal yang harus kita sadari bahwa sistem keamanan laut nasional harus didukung oleh kebijakan pusat yang tegas sebagai political will. Hal Ini disertai dengan pemenuhan sarana, prasarana yang terintegrasi dan saling mendukung,” tuturnya.

“Sehingga kita perlu mendorong payung hukum yang mendasari bagaimana kita melakukan operasi yang sinergi dengan institusi yang ada. Tidak cukup dengan operasi bersama saja, tapi juga harus ada payung hukumnya. Sehingga dukungan baik itu alutsista dan logsitik termasuk di dalamnya,” sambung Didik.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TNI -POLRI

Pengamanan Apel Siaga Alumni 212 Tetap Dilakukan Walau Tanpa STTP

Published

on

Continue Reading

Headline

Menhan Prabowo Subianto Didampingi KASAD TNI Andika Prakasa Kunker ke Akmil

Published

on

Continue Reading

TNI -POLRI

Melalui TMMD, TNI Bangun Jalan Baru 1 KM di Nagan Raya Aceh

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading
Loading...