Pengamat Transportasi : Ganjil Genap Sepeda Motor Akan Buat Kerumunan Sepeda Motor - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Pengamat Transportasi : Ganjil Genap Sepeda Motor Akan Buat Kerumunan Sepeda Motor

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan menilai, pemberlakuan Pergub DKI Jakarta Nomor 51 tahun 2020 tentang Pengendalian Moda Transportasi saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan merupakan solusi yang tepat. Utamanya terkait pemberlakuan ganjil genap untuk motor.

Menurut dia, aturan dalam pasal 17 ayat 2 Pergub tersebut justru bertolak belakang dengan tujuan penerapan PSBB guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

“Saya liat gak ada hubungan langsung mengurangi mobilitas itu,” kata Tigor,Minggu (7/6/2020).

Sebab menurut dia, pembatasan moda transportasi roda dua itu justru akan semakin menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas saat penerapan physical distancing (jaga jarak fisik) selama PSBB. Sebab mereka harus menggunakan transportasi umum.

“Tidak semua orang punya lebih dari satu kendaraan dengan ganjil-genap. Orang gak bisa dengan kendaraan pribadi (dibatasi), sementara orang udah harus kerja. Naik angkutan umum? angkutan umum juga dibatasin kapasitasnya 50% gimana ceritanya?,” jelasnya lagi.

Jika penerapan ganjil-genap itu benar-benar akan diberlakukan bagi kendaraan sepeda motor, maka menurut Tigor akan terjadi kerumunan dan kepadatan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.

“Kalau ini diterapkan, akan jadi tubrukan orang, kekacauan. Antriannya ada kepadatan, ada keramaian saat di transportasi umum. Jadi dia (Pemprov DKI Jakarta) mau bikin keramaian?,” tuturnya.

Untuk itu, selain mengharapkan pembatalan akan pemberlakuan aturan ganjil genap untuk motor, Azas Tigor Nainggolan juga mengharapkan kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengkaji kembali Peraturan Gubernur tersebut agar selaras dengan aturan dalam PSBB.

“Jadi kesimpulannya, menurut saya diperjelas dulu lah misinya PSBB transisi itu apa? Kedua, ganjil genap sepeda motor sama PSBB itu gak ada hubungannya, udah batalkanlah itu. Itu hanya akan menimbulkan kekacauan dijalan raya, ditempat-tempat angkutan umum,” pungkasnya.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Mantan Sekda Kabupaten Kupang Diperiksa Soal Kasus Korupsi

Published

on

Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede, S. H, MH
Continue Reading

Daerah

Bupati-Wali Kota se-Bali Sepakat Tatanan Era Baru Dimulai Besok 9 Juli 2020

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pasien Covid-19 di Semarang Raya Melonjak, Ganjar: Saya Usul RS Arisan Ruang ICU

Published

on

Continue Reading
Loading...