Connect with us

pariwisata

Wisata Guci Kembali Dibuka 1 Juli Mendatang

Published

on

Realitarakyat.com – Objek wisata ‎pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah bersiap untuk dibuka kembali 1 Juli 2020. Destinasi wisata itu sebelumnya ditutup selama hampir tiga bulan akibat pandemi Covid-19.

Pembukaan kembali salah satu pariwisata yang terletak di kaki Gunung Slamet ini akan disertai penerapan kesehatan dan pembatasan jumlah wisatawan.

Pengunjung yang tidak pakai masker dan suhunya di atas 38 derajat celsius akan kami minta pulang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) ‎Guci Achmad Abdul Khasib mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi antara pengelola, instansi terkait dan pelaku usaha, Guci direncanakan buka kembali di masa new normal. Namun rencana itu masih harus menunggu persetujuan dari bupati dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

‎”Harapan kami awal Juli sudah dibuka. Ini sudah kami usulkan ke bupati dan Gugus Tugas dalam rapat. Tapi keputusannya ada di Gugus Tugas karena pembukaan sektor pariwisata harus atas rekomendasi dari Gugus Tugas,” kata Khasib, Minggu (28/6/2020).

Menurut Khasib, pihaknya sudah menyusun dan menyosialisasikan standar operasional prosedur (SOP) sesuai protokol kesehatan ‎yang harus dijalankan petugas, pelaku usaha dan wisatawan jika nantinya Guci sudah dibuka kembali.

“SOP tersebut juga sudah mulai kami simulasikan dan dijalankan kalau sudah ada rekomendasi dari Gugus Tugas. Nantinya walaupun dibuka, tempat pemandian air panas untuk umum tetap ditutup karena berpotensi menimbulkan orang berkerumun. Hanya pemandian air panas yang ada di hotel dan vila yang boleh buka,” ujar Khasib.

Khasib mengatakan SOP tersebut di antaranya wisatawan wajib mengenakan masker, menjaga jarak fisik dan dicek suhu badannya sebelum masuk kawasan Guci. Selain itu, kendaraan wisatawan juga disemprot disinfektan terlebih dahulu.

“Pengunjung yang tidak pakai masker dan suhunya di atas 38 derajat celsius akan kami minta pulang,” ujar dia.

SOP juga diberlakukan bagi petugas di loket dan pedagang di kawasan Guci. Petugas di loket pintu masuk harus mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, face shield.

Sedangkan pedagang wajib mengenakan masker dan menjaga jarak saat berjualan serta menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun di depan kiosnya bagi pedagang yang menempati kios.

“Di loket, kami juga akan menerapkan e-ticketing,” ujar Khasib.

Khasib menambahkan ‎petugas dari Satpol PP, TNI dan Polri akan berpatroli dan bersiaga di sejumlah titik di dalam kawasan Guci untuk memastikan pengunjung dan pedagang memakai masker dan tidak bergerombol.

“Kalau ada yang tidak pakai masker akan kami suruh pulang. Kecuali kalau maskernya hilang, akan kami beri masker yang baru. Pedagang juga kalau yang tidak mematuhi akan kami tutup kiosnya,” ucapnya.

Selain harus mematuhi protokol kesehatan, pengunjung yang masuk Guci akan dibatasi ‎hanya 20 persen dari kapasitas rata-rata pengunjung saat hari normal. Mekanisme pembatasan tersebut rencananya akan dibuat sistem giliran.

Jika pengunjung yang masuk sudah melebihi batas 20 persen dari kapasitas rata-rata jumlah pengunjung, maka pengunjung lainnya yang mau masuk harus menunggu terlebih dahulu di pintu masuk.

“Pembatasan dilakukan di pintu masuk. Kalau yang masuk sudah 20 persen dari kapasitas, pengunjung yang mau masuk harus menunggu sampai ada pengunjung yang keluar. Nanti akan diatur agar tetap jaga jarak,” ujar dia.

Khusus pengunjung yang berasal dari daerah-daerah zona merah Covid-19, seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya juga tidak akan diperbolehkan masuk. Namun ketentuan itu tak berlaku bagi pengunjung dari Kabupaten Tegal, meski wilayahnya masih berstatus zona merah.

“Daerah zona merah ini kan ada kriterianya. Walaupun Kabupaten Tegal masih termasuk zona merah, pengunjung dari Kabupaten Tegal boleh masuk. Tapi tetap kami cek suhu badan, harus pakai masker dan tidak boleh bergerombol,” tutur dia.

Khasib kembali menekankan, rencana pembukaan kembali Guci masih menunggu persetujuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal. “Yang jelas kami sudah menyiapkan SOP dan peralatannya. Tinggal menunggu persetujuan dari Gugus Tugas,” ucapnya.(Ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

DPR Berharap Pembangunan Kawasan Wisata Komodo Berbasis Konservasi

Published

on

Dedi Mulyadi (ist/net)
Continue Reading

DPR

Tambahan Modal di Sektor Pariwisata harus Sesuai Pemulihan Sektor Lainnya

Published

on

Anggota Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun (ist/net)
Continue Reading

Headline

Sumba Barat Diguncang Gempa

Published

on

Continue Reading
Loading...