Jelang Putusan Kuasa Hukum Imam Nahrawi Sebut Tak Ada Fakta Hukum Imam Nahrawi Terima Uang - Realita Rakyat
Connect with us

Headline

Jelang Putusan Kuasa Hukum Imam Nahrawi Sebut Tak Ada Fakta Hukum Imam Nahrawi Terima Uang

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini akan menjalani sidang putusan alias vonis di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta. Imam akan divonis terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi percepatan persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kuasa Hukum Imam Nahrawi, Wa Ode Nur Zainab mengatakan, sidang akan digelar pukul 10.00 WIB. Dia berharap majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dapat memberikan putusan adil sesuai fakta hukum karena di persidangan menunjukkan Imam Nahrawi tak bersalah.

“Sudah jelas bahwa tidak ada fakta hukum Pak Imam pernah menerima uang-uang yang dituduhkan oleh JPU. Kami yakin Insya Allah majelis hakim akan menjatuhkan vonis seadil-adilnya sesuai fakta hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Wa Ode belum mengetahui apakah terdakwa Imam Nahrawi akan dihadirkan di PN Jakarta Pusat, atau hanya lewat video conference, pada sidang putusannya hari ini. Namun, dia sudah meminta agar Imam Nahrawi bisa dihadirkan secara langsung di pengadilan.

“Entah nanti sidangnya seperti apa. Beberapa waktu yang lalu, saat pemeriksaan saksi, kami sudah mohon agar Pak Imam bisa dihadirkan di persidangan, bahkan Majelis Hakim juga menyampaikan agar sebaiknya saat pemeriksaan terdakwa, JPU bisa menghadirkan Pak Imam di Pengadilan, tapi pihak KPK tidak memberikan izin,” tuturnya.

Sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Imam Nahrawi 10 tahun penjara. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga dituntut untuk membayar uang denda sebesar Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Jaksa juga melayangkan tuntutan tambahan terhadap Nahrawi berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp19.154.203.882 (19 miliar). Nahrawi diminta membayar uang pengganti paling lambat satu bulan setelah putusannya berkekuatan hukum tetap alias inkrah.

Jika dalam waktu satu bulan setelah inkrakh tidak dibayar, maka harta benda Nahrawi bakal disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Namun, jika Nahrawi tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka akan dipidana penjara selama 3 tahun.

Selain itu, jaksa juga meminta majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta agar mencabut hak politik Nahrawi selama lima tahun setelah menjalani pidana pokoknya.

Jaksa meyakini Nahrawi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi suap Rp 11.500.000.000 bersama-sama dengan mantan asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Uang tersebut disebut untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.

Jaksa juga meyakini Nahrawi terbukti bersalah menerima gratifikasi sebesar Rp8.648.435.682 bersama-sama Ulum. Ulum berperan sebagai perantara uang yang diterima dari berbagai sumber untuk Imam Nahrawi.

Nahrawi diyakini melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Pasal 12B ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

BMKG :Hari Ini Jakarta Cerah, Depok Diguyur Hujan

Published

on

Continue Reading

Bekasi

CFD di Jalan Ahmad Yani Bekasi Hari ini Kembali Dibuka

Published

on

Continue Reading

Headline

Deretan Produk yang Diklaim Efektif untuk Covid-19, dari Obat Herbal hingga Kalung Antivirus Corona

Published

on

Continue Reading
Loading...