KPK Periksa Eks Deputi Kementerian BUMN Terkait Dugaan Korupsi di PDTI - Realita Rakyat
Connect with us

Headline

KPK Periksa Eks Deputi Kementerian BUMN Terkait Dugaan Korupsi di PDTI

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (30/6/2020) mengagendakan pemeriksaan terhadap eks Deputi Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN, Irnanda Laksanawan. Irnanda akan diperiksa terkait kasus kasus korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tahun 2007-2017.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan Irnanda akan diperiksa sebagai saksi untuk mantan Direktur Utama (Dirut) PTDI Budi Santoso (BS). Budi Santoso kini telah menjadi tersangka.

“Terhadap yang bersangkutan penyidik mengagendakan pemeriksaan untuk tersangka BS,” kata Ali ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Selain Irnanda, lembaga antirasuah juga memeriksa dua pejabat lain dalam perkara dan tersangka yang sama. Kedua saksi tersebut antara lain Direktur Keuangan dan Administrasi PTDI, Hermawan Hadi Mulyana dan Ade Yuyu Wahyuna selaku Kepala Divisi Business, Development and Marketing PTDI.

Adapun empat saksi lain yang diperiksa KPK hari ini adalah dari unsur swasta. Yakni seorang kasir daripada PT Sincere Valindo tahun 2007-2019 bernama Jannie, Dirut PT Niaga Putra Bangsa Lineke Priscela serta Sugeng Riyadi dan Agus Widaryanto yang tercatat sebagai karyawan di PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, dan PT Abadi Sentosa Perkasa.

Untuk diketahui, selain tiga perusahaan di atas, sedikitnya ada dua perusahaan lagi yang ditunjuk oleh PTDI menjadi mitra dalam penjualan dan pemasaran, yakni PT Niaga Putra Bangsa dan PT Selaras Bangun Usaha. Selain BS, dalam perkara ini KPK telah menetapkan tersangka lain yaitu mantan Asisten Direktur Bidang Bisnis Pemerintah PTDI Irzal Rinaldi Zailani (IRZ).

Kasus dugaan korupsi di PTDI ini mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp205,3 miliar dan 8,65 juta dolar Amerika Serikat (AS). Para tersangka disangka melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

BMKG :Hari Ini Jakarta Cerah, Depok Diguyur Hujan

Published

on

Continue Reading

Bekasi

CFD di Jalan Ahmad Yani Bekasi Hari ini Kembali Dibuka

Published

on

Continue Reading

Headline

Deretan Produk yang Diklaim Efektif untuk Covid-19, dari Obat Herbal hingga Kalung Antivirus Corona

Published

on

Continue Reading
Loading...