Polda Metro sebut 11 WNA penyerang polisi tidak punya izin tinggal - Realita Rakyat
Connect with us

Hukum

Polda Metro sebut 11 WNA penyerang polisi tidak punya izin tinggal

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com– Polda Metro Jaya menyebutkan 11 warga negara asing (WNA) yang terlibat pengeroyokan terhadap lima personel Tim Siber Polda Metro Jaya, diketahui tidak mempunyai izin tinggal di Indonesia.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan 11 WNA tersebut dititipkan kepada otoritas imigrasi lantaran permasalahan izin tinggal.

“Ada 11 orang yang diamankan oleh petugas kepolisian, sekarang kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari imigrasi untuk kita titipkan sementara di sana karena menyangkut masalah izin tinggal yang memang tidak ada,” kata Yusri di Markas Komando Polda Metro Jaya, Selasa (29/6/2020).

Meski telah dititipkan kepada pihak imigrasi, Yusri memastikan proses hukum terhadap 11 WNA termasuk sembilan orang di antaranya berkewarganegaraan Nigeria, tetap berjalan.

Otoritas imigrasi saat ini juga masih mendalami mengenai perihal izin tinggal 11 warga negara asing tersebut.

“Sambil berjalan laporan polisi sudah dibuat, proses selanjutnya sambil berjalan, untuk sementara ini masih didalami oleh pihak imigrasi terkait izin tinggal di Indonesia ini,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak lima anggota Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dikeroyok oleh sekitar 60 WNA saat mengembangkan dugaan kasus penipuan daring dengan sasaran salah satu penghuni di Apartemen Green Park, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu sore (27/6).

Pengeroyokan itu dipicu oleh provokasi salah satu WNA penghuni apartemen yang menyebut personel kepolisian tersebut datang untuk merazia warga negara asing sehingga memicu penyerangan hingga menyebabkan lima petugas menderita luka ringan.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp36,9 Miliar ke Kementerian ATR/BPN

Published

on

Continue Reading

Hukum

 KPK Panggil Mantan Dirut PT Hutama Karya Terkait kasus Korupsi Pembangunan Jembatan di Riau

Published

on

Continue Reading

Headline

Usai Geledah Rumah Pengusaha di Kisaran , Hari Kedua KPK Geledah RSUD Aek Kanopan

Published

on

Continue Reading
Loading...