Soal CSR, Pimpinan DPR Minta Klarifikasi - Realita Rakyat
Connect with us

DPR

Soal CSR, Pimpinan DPR Minta Klarifikasi

Published

on

Realitarakyat.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa dalam Senin mendatang, jajaran pimpinan DPR akan memintai klarifikasi Ketua Komisi VII DPR, yang ramai diberitakan terkait permintaan pelibatan penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kami sudah dengar berita yang berkembang di masyarakat dan juga jadi agak konteoversi soal itu. Oleh karena itu, pimpinan DPR pada hari Senin depan, akan meminta klarifikasi kepada pimpinan komisi VII untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada saat rapat tersebut,” ungkap Dasco di Gedung Nusantara III, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (3/7/2020).

Politisi dari partai Gerindra itu juga memastikan dalam pemberian klarifikasi Komisi VII, nantinya akan dilakukan pimpinan DPR secara terbuka.

Meski demikian, politisi dari partai Gerindra itu enggan mengomentari lebih lanjut, terkait permintaan Komisi VII DPR dalam program CSR BUMN, sebelum dirinya mendengarkan langsung klarifikasi dari Komisi VII.

Sebagaimana diketahui, permintaan CSR itu terjadi saat Komisi VII DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Holding Industri Pertambangan BUMN, yakni MIND ID, pada Selasa (30/6/2020) silam.

Sebelum terjadinya permintaan terlibat dalam CSR itu, RDP sempat diwarnai ketegangan, dimana ketegangan tersebut terjadi antara Anggota Komisi VII DPR RI dari Partai Demokrat, Muhammad Nasir dan Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, yang berdebat secara sengit.

Ketegangan itu bahkan diwarnai dengan aksi Nasir yang mengusir Orias Petrus Moedak keluar dari ruang rapat dan menyebut bahwa dirinya tidak ingin lagi melakukan rapat dengan Orias.

Melihat ketegangan tersebut, Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin langsung menengahi perdebatan, dan mengambil langkah untuk menskors rapat tersebut.

Alex pun membuka kembali rapat dan melanjutkan rapat dengan pembahasan realisasi CSR yang dialokasikan para perusahaan pelat merah ini selama Covid-19. Dalam 15 menit rapat dilanjutkan, Muhammad Nasir meninggalkan ruangan rapat.

Saat pemaparan realisasi CSR PT Bukit Asam dan PT Timah, Alex menyela pembicaraan. Ia mengatakan, pemberian CSR mestinya melibatkan anggota dewan.

“Bapak ingat enggak, siapa yang membantu proyek di Sumatera Selatan tersebut?” tanya Alex.

Dirut PT Bukit Asam, Arviyan Arifin, kemudian menjawabnya. “Kalau tidak salah namanya Pak Alex Noerdin pak,” kata Arviyan.

“Nah, saya mati-matian waktu itu bantu, masa penyerahan CSR gak melibatkan kami. Paling tidak kami dikasih ruang untuk ikut serta menyerahkan bantuan tersebut ke masyarakat,” sambut Alex.

Bahkan selain Alex, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Ramson Siagian juga angkat bicara saat membahas mengenai CSR. Ia mengatakan, ke depan mestinya apabila hendak melakukan kegiatan CSR perlu menyertakan anggota DPR.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Saleh partaonan : Anggaran kesehatan Rp169,7 triliun harus dirasakan seluruh masyarakat

Published

on

Continue Reading

DPR

Hadapi Resesi, Efendi Simbolon : Pemerintah Disarankan Optimalkan Sektor Pertanian

Published

on

Continue Reading

DPR

H. Abdul Fikri Faqih :  Imbas Iklan Porno di Situs GuruBP Kemendikbud Diminta Tertibkan Situs Penyedia Pendidikan Daring

Published

on

Continue Reading
Loading...