Indonesia Bakal Terapkan Sistem PJJ Permanen, Ini Penjelasan Mendikbud - Realita Rakyat
Connect with us

pendidikan

Indonesia Bakal Terapkan Sistem PJJ Permanen, Ini Penjelasan Mendikbud

Published

on

foto: ist/net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisi X DPR RI, Kamis (2/7/2020) lalu, menggelar rapat kerja bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Ada hal menarik dalam rapat tersebut. Yakni pernyataan yang disampaikan Mendikbud terkait peta pendidikan Indonesia ke depan.

Menurut Nadiem, wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk seluruh wilayah Indonesia, berdampak pada sistem pendidikan. Karenanya, Nadiem mewacanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan secara permanen dan hybrid, sebagaimana dilakukan selama Covid-19 dalam empat bulan terakhir.

“Apa yang terjadi setelah COVID-19, setelah pandemi ini, ada beberapa hal perubahan struktural yang akan berdampak kepada peta jalan pendidikan kita, dan kepada sistem pendidikan kita. Yang pertama adalah pembelajaran jarak jauh ini akan merupakan menjadi sesuatu yang permanen, bukan pembelajaran jarak jauh saja yang pure, tapi hybrid mode menurut saya adaptasi terhadap teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem.

Pembelajaran jarak jauh, kata dia, dapat menjadi peluang untuk efisiensi teknologi. “Orang tua murid hingga sekolah dapat melakukan persilangan metode pembelajaran,” katanya.

“Jadinya kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dengan teknologi, dengan software, dengan aplikasi dan juga memberikan kesempatan bagi guru-guru, dan kepala sekolah, dan murid-murid, untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system, itu potensi sangat besar,” ujar Nadiem menambahkan.

Menurut dia, meski saat ini Indonesia mengalami kesulitan beradaptasi dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun dalam sejarah Indonesia, belum melihat jumlah guru dan kepala sekolah, dan orang tua yang bereksperimen dengan teknologi.

“Karena walaupun kita sekarang kesulitan beradaptasi dalam PJJ, kita belum pernah melihat jumlah guru dan kepala sekolah, dan orang tua yg bereksperimen dengan teknologi. Jadi ini merupakan suatu tantangan, tapi ke depan akan jadi satu kesempatan untuk kita,” katanya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Nadiem Akui Kesalahan dan Siap Tunda POP Asal PGRI, NU dan Muhammadiyah Ikut Bergabung

Published

on

Continue Reading

Headline

Kemenperin Mau Ciptakan Wirausahawan dari Para Kaum Santri

Published

on

Continue Reading

pendidikan

LP Ma’arif NU Minta Program Organisasi Penggerak Di Tunda

Published

on

Continue Reading
Loading...