KSP KUD Mintorogo Dapat Sentuhan Relaksasi Pembiayaan LPDB - Realita Rakyat
Connect with us

Ekonomi

KSP KUD Mintorogo Dapat Sentuhan Relaksasi Pembiayaan LPDB

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku, mendapat masukan langsung dari petani bawang merah di Demak. Bahwa diperlukan pembiayaan yang murah dan mudah untuk bisa mengembangkan sektor pertanian.

“Saya sudah memerintahkan agar LPDB-KUMKM bermitra dengan koperasi simpan pinjam yang membina usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Agar lebih cepat menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan permodalan,” kata Menkop, saat mengunjungi KSP KUD Mintorogo, salah satu mitra penerima restrukturisasi pinjaman/pembiayaan program dana bergulir Kementerian Koperasi dan UKM di Kabupaten Demak Jawa Tengah, Jumat (3/7).

Dalam kunjungan tersebut, Menkop didampingi Wakil Bupati Demak Joko Sutanto, Deputi Pengembangan SDM KemenkopUKM Arif Rahman Hakim, dan Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo.

KSP KUD Mintorogo merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang menerima pinjaman/pembiayaan sebanyak empat kali sejak tahun 2009 sampai 2019. Ketiga pinjaman tersebut telah lunas.

Namun, pinjaman keempat mendapat fasilitas relaksasi atau kelonggaran pembayaran angsuran pokok dan bunga selama 12 bulan karena dampak pandemi.

Teten Masduki menyatakan, ke depan Indonesia perlu memperkuat koperasi pangan agar bisa tumbuh kekuatan ekonomi baru. “Perkuatan koperasi pangan sebagai bagian dari infrastruktur ketahanan pangan nasional,” tandas Menkop.

Dalam jangka panjang, lanjut Teten, Indonesia harus menyiapkan koperasi pangan yang kuat, melalui pembiayaan yang lebih murah dan ramah serta persyaratan yang tidak berbelit-belit.

“Sektor pangan yang bisa dikembangkan koperasi adalah yang memiliki keunggulan dan Indonesia masih mengimpor. Misalnya, jagung dan padi. Kedua komoditas ini dinilai belum dimaksimalkan, dikarenakan masih impor,” ungkap Teten.

Sementara itu, salah seorang petani bawang merah di Demak bernama Mardiyah mengaku, membutuhkan modal pembiayaan pertanian dengan bunga kecil. Untuk itu, dirinya memilih untuk bergabung dengan koperasi di KSP KUD Mintorogo.

“Saya mohon pemerintah membantu kami agar bisa membiayai pertanian kami. Mohon bisa dengan bunga kecil, lebih kecil dari bank,” kata Mardiyah.

Terdampak Covid-19
Dalam kesempatan yang sama, Direktur KSP KUD Mintorogo Supriyadi mengatakan, dampak dari krisis global akibat Covid-19 mengakibatkan kemampuan mengangsur anggota dari Maret 2020 hingga saat ini terus melemah.

“Kurang lebih 280 anggota yakni 10 persen dari total anggota koperasi mengalami dampak signifikan. Mereka tidak melakukan pembayaran angsuran, dikarenakan banyaknya usaha yang tutup akibat pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berkurangnya jumlah pembeli saat pandemi,” papar Supriyadi seraya menyebutkan, jumlah anggota koperasi per Desember 2019 lebih dari 36 ribu orang dengan 17 kantor cabang.

Segmen terbesar yang paling terdampak adalah pertanian dan perdagangan. Sebanyak 28 persen anggota yang mengalami efek paling dominan adalah petani bawang merah dan 28 persen lainnya adalah pedagang UMKM.

“Biaya benih yang dibeli petani bawang merah mengalami kenaikan harga, kendati demikian produksi tetap berjalan. Ketika petugas kami turun langsung ke lapangan, banyak petani yang tidak begitu mengerti penyebab kenaikan harga benih tersebut, namun analisa dari kami, efek PSBB membuat petani harus membeli benih dari luar wilayah Demak dengan kualitas yang lebih unggul,” tutur Supriyadi.

Supriyadi melanjutkan, dengan tidak berlakunya lagi PSBB di beberapa daerah, diharapkan benih bawang yang dibutuhkan petani bisa didapatkan dengan mudah dan harga yang lebih murah.

Selain itu, ada pula anggota yang merupakan karyawan swasta atau pabrik mengalami kondisi dirumahkan. Biasanya anggota tersebut rutin menabung setiap bulannya, namun kini kondisi berbalik menjadi kegiatan menarik simpanan.

Terutama bulan lalu menjelang hari raya Idul Fitri dan persiapan masuk anak sekolah, banyak anggota yang menarik simpanannya dalam jumlah yang cukup besar.

“Pembinaan dan komunikasi dengan anggota menjadi jalan keluar yang selalu kami utamakan. Namun, upaya terbaik tetap dilakukan yakni menyiapkan dana likuiditas utamanya saat anggota bermaksud menarik simpanan selama tiga bulan terakhir. Apabila benar-benar ada anggota yang membutuhkan simpanannya, maka kami harus berikan,” tambah Supriyadi.

Selain mengedepankan kebutuhan anggota, KSP KUD Mintorogo juga telah merancang beberapa skenario baru terutama saat kondisi pandemi Covid-19.

Mulai dari Mei hingga Juni 2020 lalu, tim lapangan telah menganalisa kondisi usaha masing-masing anggota. Mana strategi dan langkah terbaik yang harus diambil demi menyelamatkan usaha mereka.

Pada Juli ini sudah mulai diterapkan skenario atau konsep baru tersebut. Sambil beradaptasi dengan new normal atau kebiasaan baru, beberapa usaha atau toko-toko anggota sudah mulai dibuka.

KSP KUD Mintorogo berupaya menghidupkan kembali usaha anggota, baik dengan stimulus pinjaman baru, maupun memutar angsuran yang masuk ke koperasi. Stimulus atau modal baru diberikan kepada usaha anggota yang paling lemah dan berdampak, sedangkan memutar dana berarti dana angsuran yang dibayarkan anggota yang tidak terdampak, akan diputar ke anggota yang usahanya paling berdampak.

“Dengan adanya stimulus tersebut, usaha anggota yang sempat melemah dapat kembali berjalan bahkan nantinya mampu mengembangkan usahanya lebih besar lagi,” kata Supriyadi.

Selain stimulus, KSP KUD Mintorogo juga memberlakukan grace period atau masa tenggang. Misalnya, untuk usaha anggota yang terdampak yang baru mendapatkan stimulus, diberikan masa tenggang selama tiga bulan untuk tidak mengangsur kewajiban.

Upaya tersebut diharapkan mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anggota untuk bangkit dan menyusun kekuatan dalam menggerakkan kembali roda ekonomi usahanya.

Tidak ketinggalan, konsep pendampingan juga diterapkan. “Sehingga, dana yang tersalur benar-benar dimanfaatkan untuk modal usaha, sehingga kewajiban membayar tetap dilakukan,” pungkas Supriyadi. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Tak Separah Singapura, Ekonomi RI Terselamatkan Konsumsi Domestiknya Karena Lahan Pertanian Luas

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

108 WP Lunasi Pajak Sebelum Jatuh Tempo

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Bantu KUMKM di Tengah Pandemi Covid-19, LPDB Gandeng Tiga Stakeholder BUMN

Published

on

Continue Reading
Loading...