Connect with us

Ekonomi

Bansos Beras Dijadikan Modal Dagang Nasi Uduk

Published

on

Realitarakyat.com – Bantuan sembako yang sebelumnya pernah disalurkan oleh Kemensos melalui LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) ternyata meninggalkan bekas di hati salah satu PM (Penerima Manfaat) di komunitas binaan LKS Bhakti Nurul Iman.

“Saya berterima kasih atas semua yang diberikan Kemensos. Saya tidak mengira Bapak akan ingat sampai kebutuhan perut, bahkan sembako ini saya jadikan modal jualan nasi uduk,” kata salah satu PM, Selasa (7/7/2020).

Bansos sembako dari Kemensos yang salah satu komponennya adalah beras dijadikan modal berjualan nasi uduk olehnya dan bermanfaat hingga sekarang.

Padahal saat itu dirinya hampir putus asa karena tidak bisa mencari nafkah di masa pandemi Covid-19. Ide kreatif ini muncul lantaran dirinya juga harus bangkit dari keterpurukan ekonomi selama masa pandemi.

Dirinya percaya bantuan ini menjadi jalan baginya dan keluarga bertahan hidup bahkan memulihkan ekonominya. Sementara itu, juga telah disampaikan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial di Era Normal Baru yang terus gencar dilakukan LKS.

Bansos Permakanan, Dapur Umum dan Nasi Kotak

Sudah 3 bulan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI mengemban amanah penanganan warga terlantar terdampak Covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kini Kemensos terus bergerak bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai mitra untuk membangkitkan semangat hidup kelompok rentan pasca PSBB atau disebut Era Normal Baru.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat yang mengawal penanganan warga terlantar terdampak Covid-19 ini berpesan, di Era Normal Baru, semua komunitas binaan LKS harus memiliki kesadaran untuk hidup bersih dan sehat.

“Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kiranya menjadi salah satu fokus kegiatan Asistensi Rehabilitasi Sosial di komunitas, pastikan ada kesadaran tentang PHBS,” pesan Harry Hikmat kepada LKS yang ikut menangani warga terlantar, Selasa (07/7/2020).

Dukungan sosialisasi PHBS juga diberikan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak yang ikut memberikan Booklet PHBS untuk LKS.

Selain itu, LKS terus mendukung pelaksanaan Asistensi Rehabilitasi Sosial di Era Normal Baru untuk pemenuhan kebutuhan dasar dengan membuka dapur umum bagi komunitas.

Beberapa diantaranya yaitu LKS Bhakti Nurul Iman yang membuka 4 (empat) dapur umum untuk 272 Penerima Manfaat (PM) dan LKS Swara Peduli yang membuka dapur umum mandiri serta menyalurkan 337 nasi kotak.

Hal serupa juga dilakukan oleh yayasan Education Religion Be Entertainment (ERBE) yang membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar komunitas, yaitu kebutuhan permakanan.

“Aksi-aksi kemanusiaan yang konkrit seperti ini yang diperlukan warga pada masa pandemi Covid-19,” ungkap Harry.

Bansos Sembako Terus Bergulir

Bansos sembako terus disalurkan di beberapa komunitas pemulung, salah satunya di komunitas pemulung Menara Jatipadang, Pasar Minggu binaan LKS Bhakti Nurul Iman, komunitas pemulung Kampung Sumur Klender binaan LKS Swara Peduli dan komunitas di Gang H. Saibun

Kemudian penyaluran bansos sembako Presiden sejumlah 547 paket juga telah dilakukan oleh LKS ERBE ke beberapa komunitas, yaitu ke komunitas pemulung Rawadas Pondok Kopi, komunitas pemulung Pondok Kelapa dan kampung Kebon Duren Sawit, Jakarta Timur.

LKS Kumala juga telah membawa 11 anak jalanan dari Pasar Permai ke komunitas agar dipenuhi haknya. Mereka dipenuhi kebutuhan dasarnya dan juga diberi pemberdayaan berupa keterampilan memasak.

Di bidang pendidikan, LKS juga hadir untuk mencetak sumberdaya manusia berkualitas. LKS memberi akses kepada anak-anak dengan ekonomi lemah untuk bisa mengenyam pendidikan.

Salah satunya LKS Uswatun Hasanah yang mengadakan wisuda bagi anak-anak binaannya pada jenjang MI, SMP dan SMA.

Secara berangsur seluruh LKS mengimplementasikan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang direkonstruksi oleh Ditjen Rehsos Kemensos RI. Program ini menekankan pada peran keluarga di komunitas dalam proses rehabilitasi sosial.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Puslit Setjen DPR Gelar Seminar Bahas Penguatan Ekonomi Nasional

Published

on

Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI Indra Pahlevi (ist/net)
Continue Reading

DPR

Komisi VII Komitmen Bahas RUU Energi Baru Terbarukan

Published

on

Ratna Juwita (ist/net)
Continue Reading

Ekonomi

LPDB Diminta Prioritaskan Pembiayaan ke Koperasi

Published

on

ist/net
Continue Reading
Loading...