Wadir RSUD Kupang Enggan Berkomentar, Ketua Komisi V Minta Segera Lakukan Audit Investigasi - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Wadir RSUD Kupang Enggan Berkomentar, Ketua Komisi V Minta Segera Lakukan Audit Investigasi

Published

on

Foto : dr. Yusi
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (Wadir RSUD) Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang, dr. Yusi enggan memberikan komentar terkait proyek Sistim Informasi Manajemen (SIM) RSUD. Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang Tahun 2019 senilai Rp. 9 miliar.

dr. Yusi selaku Wadir RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/7/2020) enggan memberikan komentar terkait proyek SIM pada RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang.

Saat dikonfirmasi via hand phone selulernya, dr. Yusi mengatakan silakan komunikasikan langsung dengan Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang, dr. Mindo Sinaga.

“Silakan komunikasikan dengan Pak Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang, dr. Mindo Sinaga (baru bisa balas karena padatnya jadwal),” tulis dr. Yusi via.pesan whatsappnya.

Terpisah, Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa yang dihubungi pertelepon menegaskan bahwa pihak RSUD Prof. DR. W. Z. Yohanes Kupang segera mengoperasikan SIM yang ada.

Menurut Takandewa, dengan anggaran sebesar Rp. 9 miliar itu, seharusnya SIM pada RSUD Kupang sudah dapat dioperasikan namun anehnya hal itu belum juga terwujud.

“Saya minta dalam waktu dekat harus sudah bisa dioperasikan oleh pihak RSUD Prof. DR. W. Z. Yohanes Kupang,” tegas Takandewa.

Menurut Takandewa, alasan belum dioperasikannya itu yakni soal input informasi yang perlu dilakukan konsolidasi lagi terkait konten dalam bentuk informasi.

Dilanjutkan Takandewa, SIM pada RSUD Kupang ini bisa dikatakan belum sempurna dikerjakan untuk itu, pihak manajemen rumah sakit segera menyelesaikannya agar bisa dioperasikan.

Takandewa menjelaskan Komisi V DPRD NTT telah mengeluarkan rekomendasi kepada pihak rumah sakit untuk segera dioperasikan sistim.manajemen informasi dalam waktu dekat ini.

“Kami sudah rekomendasikan untuk segera operasikan. Jika dalam waktu dekat ini tidak operasikan maka akan dilakukan audit investigasi,” tegas Ketua Komisi V DPRD NTT ini.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Saksi Mengaku Terima Rp. 40 Juta Dari Tersangka Kasus Bank NTT 

Published

on

Continue Reading

Daerah

Sekda NTB Gita Aryadi : Layangan Dapat Mengganggu Jaringan Listrik

Published

on

Continue Reading

Daerah

Akibat Musim Kemarau, Warga Mencari Air Hingga Lintas Kabupaten

Published

on

Continue Reading
Loading...