Bayar Gaji ASN Terpidana Korupsi, Pemda Rote Ndao Diduga Rugi Miliaran Rupiah - Realita Rakyat
Connect with us

Daerah

Bayar Gaji ASN Terpidana Korupsi, Pemda Rote Ndao Diduga Rugi Miliaran Rupiah

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rote Ndao, diduga mengalami kerugian keuangan negara hingga miliaran rupiah.  Kerugian keuangan yang diduga dialami oleh Pemda Kabupaten Rote Ndao dikarenakan untuk membayar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan terpidana korupsi yang hingga saat ini masih aktif sebagai ASN di Pemda Kabupaten Rote Ndao.

“Kami menduga bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rote Ndao mengalami kerugian hingga miliaran rupiah disebabkan oleh pembayaran gaji 15 ASN (bukan 13) yang kini masih aktif bekerja,” kata Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk yang didampingi Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao, Veky Bulan, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Paulus, balasan ASN yang merupakan terpidana korupsi ini telah menerima gaji selama satu tahun meskipun adanya SKB 3 menteri yang mengharuskan kepala daerah Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk segera melakukan pemecatan terhadap ASN yang berstatus hukum jelas dalam perkara korupsi.

“Saya tidak mengerti dengan sistem pemerintahan Kabupaten Rote Ndao, sudah jelas bahwa ada SKB 3 Menteri tapi Pemda Rote Ndao buatnya lain bahkan mereka sudah terima gaji selama satu tahun,” kata Paulus.

Ditegaskan Paulus, terkait kerugian negara yang diduga untuk membayar gaji 15 ASN terpidana korupsi ini harus menjadi tangggung jawab Bupati Rote Ndao selaku pemberi SK terhadap 15 ASN terpidana korupsi ini.

“Bupati Rote Ndao harus tanggung jawab atas kerugian negara yang terjadi bukan 15 ASN yang harus bertanggung jawab karena pemberi SK itu adalah Bupati Rote Ndao,” tegas Paulus.

Dilanjutkan Paulus, gaji 15 ASN yang merupakan terpidana korupsi ini untuk saat ini diberhentikan sementara oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bullu pada tanggal 1 Juli 2019 lalu.

“Kenapa baru diberhentikan sekarang sebelumnya kenapa tidak. Inikan negara rugi sudah berapa miliar. Karena ada salah satu oknum yang berstatus Kepala Bidang setelah dihitung negara membayarnya Rp. 400 juta lebih dalam satu tahun. Bagaimana jika dihitung 15 orang,” ujar Paulus.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Beginilah Kronogis, Pembunuhan Mahasiswi Unram Menurut Pengakuan Pelaku

Published

on

Continue Reading

Daerah

Warga Tapian Dolok Demo di Lokasi Pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Parapat

Published

on

Continue Reading

Daerah

Viral Di Padang Sumatera Barat,Video Aksi Seorang Lelaki Begal Payudara

Published

on

Continue Reading
Loading...