Connect with us

Daerah

Tiga Belas Terpidana Korupsi Masih Aktif Sebagai ASN di Rote Ndao

Published

on

Realitarakyat.com – Sedikitnya tiga belas (13) Aparatur Sipil Negara (ASN) masih aktif bekerja di Pemerintahan Kabuapten Rote Ndao. Para ASN ini merupakan terpidana kasus korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Kupang.

Tiga belas terpidana ini sebelumnya telah diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bullu pada Bulan April Tahun 2019 namun para ASN yang merupakan terpidana kasus korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap mengajukan keberatan sehingga Bupati Rote Ndao mencabut kembali Surat Keputusan (SK) tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Paulus Henuk kepada wartawan, Jumat (10/7/2020) menegaskan bahwa berdasarkan SKB dari tiga menteri Tahun 2018 dengan tegas menyatakan bahwa ASN yang terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi wajib dilakukan pemecatan.

Namun, kata Paulus, anehnya SKB tiga menteri ini tidak diindahkan oleh Kepala Daerah Kabupaten Rote Ndao dalam hal ini Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bullu.

“Saya melihat bahwa SKB tiga menteri ini tidak dijalankan oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bullu, maka saya bisa katakan bahwa Bupati Rote Ndao tidak patuh pada SKB tiga menteri bahkan undang – undang, ” kata Paulus.

Dijelaskan Paulus, sebenarnya itu terdapat 16 ASN namun salah satunya telah diberhentikan secara permanen sedangkan dua orang lainnya telah dihapus dari daftar sebagai ASN sehingga tidak lagi bekerja. Sedangkan sisanya masih aktif bekerja hingga saat ini tanpa mendapatkan upah terhitung 1 Juni 2020 lalu.

“Ini pertanyaan besar bagi kami DPRD karena mereka ini masih bekerja aktif sebagai ASN di Kabupaten Rote Ndao tapi tidak terima gaji. Anehnya dua orang sudah tidak lagi terdaftar sebagai ASN pada administrasi negara sebagai ASN seharusnya 13 orang ini juga diperlakukan demikian,” kata Paulus.

Dikatakan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, dasar apa yang digunakan oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bullu sehingga tidak memberhentikan ketiga belas ASN yang merupakan terpidana korupsi.

“Yang lebih anehnya lagi salah satu ASN merupakan terpidana korupsi yang kini menduduki jabatan sebagai Kepala pada suatu instansi pemerintahan Kabupaten Rote Ndao,” ujar Paulus.

“Hanya ada saja di Rote Ndao yang ASN terpidana korupsi yang tidak diberhentikan sedangkan daerah lain melakukan itu. Bahkan dapat jabatan lagi sebagai Kepala pada satu instansi,” heran Paulus.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Lairar Rusdi Nasution: Wakil Bupati Paluta Terkonfirmasi Covid 19,Hoax!

Published

on

Jubir Gugus Tugas Covid 19 Paluta, Lairar Rusdi Nasution
Continue Reading

Daerah

Pemerintah Gunakan Telur HE untuk BPNT, Peternak Blitar Kelimpungan

Published

on

Continue Reading

Daerah

Hasil PKN Tanggungjawab Jaksa, Kajari Ende Diminta Belajar Soal Prodak Hukum

Published

on

Continue Reading
Loading...