Mantan Bupati Bogor Hari Ini Diperiksa KPK Terkait Dugaan Pemotongan Anggaran - Realita Rakyat
Connect with us

Headline

Mantan Bupati Bogor Hari Ini Diperiksa KPK Terkait Dugaan Pemotongan Anggaran

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Mantan Bupati Bogor (Jawa Barat) Nurhayanti hari ini datang memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemanggilan yang bersangkutan (Nurhayanti) terkait kasus dugaan pemotongan anggaran dan gratifikasi yang menjerat Rachmat Yasin yang juga mantan Bupati Bogor.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Nurhayanti diperiksa sebagai saksi.

Nurhayanti tampak terlihat keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta pada sekitar pukul 16:10 WIB.

Nurhayanti terlihat menenteng tas dan membawa map saat berjalan menuju ruang pemeriksaan.

Nurhayanti diperiksa di ruangan yang berada di lantai 2 gedung KPK. Dirinya hanya berbicara singkat kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

“Tanya penyidik (KPK) saja,” kata Nurhayanti kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (17/4/2020).

Tak lama kemudian Nurhayanti bergegas berjalan keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta dengan didampingi 2 orang laki-laki.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakaN bahw Nurhayanti diperiksa sebagai saksi dalam perkara ini.

“Yang bersangkutan (Nurhayanti) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka RY (Rachmat Yasin),” kata Ali Fikri kepada wartawan.

“Nurhayanti sebelumnya sudah pernah dipanggil KPK pada 2 Maret 2020. Nurhayanti merupakan Bupati Bogor terdahulu yang menggantikan bupati sebelumnya yaitu Rachmat Yasin.

Rachmat sebelumnya terlibat kasus korupsi pada 2014. Tak lama kemudian, Nurhayanti kemudian dilantik menjadi bupati pada 2015.

Rachmat Yasin merupakan mantan Bupati Bogor yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dua kasus dugaan korupsi.

Pada kasus pertama, Rachmat diduga menyunat anggaran SKPD senilai Rp 8,9 miliar untuk keperluannya, termasuk kampanye pada Pilkada 2013 dan Pileg 2014.x

Kasus kedua, Rachmat diduga menerima gratifikasi berupa 20 hektare lahan dan mobil Toyota Vellfire. Gratifikasi berupa lahan diduga diterima Rachmat terkait pengurusan izin pesantren di kawasan Jonggol.

Sedangkan gratifikasi mobil diduga diterima Rachmat dari seorang pengusaha. Dengan demikian Rachmat sudah 2 kali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Rachmat sebelumnya pernah dipenjara selama 5,5 tahun karena terbukti menerima suap dalam kasus alih fungsi hutan di Kabupaten Bogor.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bekasi

Pemkot Bekasi Surati Lembaga Cagar Budaya Terkait Temuan Bangunan Bersejarah Stasiun

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Tak Separah Singapura, Ekonomi RI Terselamatkan Konsumsi Domestiknya Karena Lahan Pertanian Luas

Published

on

Continue Reading

Headline

Inilah Alasan Din Syamsuddin dkk Deklarasikan KAMI di Tugu Proklamasi 18 Agustus Mendatang

Published

on

Continue Reading
Loading...