Di Era Covid 19 ini, Ternyata Bukan hanya Di Indonesia, di India Juga Lagi Demam Sepeda - Realita Rakyat
Connect with us

Luar Negeri

Di Era Covid 19 ini, Ternyata Bukan hanya Di Indonesia, di India Juga Lagi Demam Sepeda

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Masa pandemi yang tengah dirasakan masyarakat di Indonesia telah menghasilkan beberapa dampak sosial. Era New Normal atau kenormalan baru menghasilkan sesuatu yang kadang-kadang terkesan unik. Salah satunya adalah bersepeda. Mungkin frasa yang cukup bisa mewakili realitas itu adalah “demam”, yang jika dikaitkan dengan apa yang sedang terjadi bisa dibilang sebagai “Demam Sepeda”.

Demam, sebagaimana epistemologinya, merupakan fenomena menghangatnya suatu media pada satu masa tertentu. Tentu saja, karena Demam Sepeda ini bisa dikatakan positif, maka kita berharap pasca demam ini hilang, terjadilah kebiasaan. Dari kebiasaan ini kita sebenarnya sedang menabung tonggak budaya. Sedangkan jika mengacu kepada indikator sosial-medis, bersepeda jelas menyehatkan. Apapun motif awal membeli dan menggunakannya. Apalagi jika digunakan secara teratur, tersistem, dan berkelanjutan.

Secara ekologis pun sama-sama positif. Karena jika semakin banyak orang bersepeda bahkan termasuk jika berangkat kerja, maka akan terjadi penurunan emisi karbon dioksida, berkurangnya kemacetan, dan berkontribusi kepada meningkatnya kualitas udara.

Ternyata Demam sepeda ini tidak hanya melanda indonesia, bahkan saat ini India juga sedang dilanda Deman sepeda.

Telepon di toko sepeda milik Tarun Gupta tidak berhenti berdering sepanjang hari. Saat Gupta tengah melayani salah satu pelanggan, antrean telah mengular di luar toko.

“Bisnis sedang booming, tapi datangnya sangat cepat dan mental saya lelah sekali,” ujar Gupta. Seperti di banyak wilayah lain di dunia, India juga mengalami lonjakan penjualan sepeda selama pandemi corona.

Meski sebagian besar kota di India tidak ramah sepeda, pembelian sepeda untuk rekreasi terlihat meningkat tajam selama pandemi.

Gupta dan rekannya menjalankan toko yang menjual sepeda dan aksesoris kelas atas di lingkungan mewah di Delhi Selatan. Bisnisnya sempat menderita selama diberlakukannya kebijakan lockdown yang diumumkan pada bulan Maret. Tapi kini kerugian itu sudah terbayarkan.

“Setiap tahun, dari Maret hingga Juni memang biasanya terjadi puncak penjualan sepeda. Namun dalam dua bulan terakhir, penjualan telah meningkat hingga lima kali lipat,” ujar Gupta kepada DW. Ia mengatakan peningkatan seperti ini belum pernah dialaminya selama 50 tahun berjualan sepeda.

Gupta membuka tokonya pada pukul 11 pagi. Namun dia mengaku sering terpaksa tutup saat malam telah larut karena pelanggan terus berdatangan. Dalam sehari tokonya bisa didatangi sekitar 50 hingga 60 pelanggan.

Beberapa pelanggan bersedia menghabiskan uang lebih dari Rp 13 juta untuk membeli sepeda dari Gupta. Sementara sepeda termurah di tokonya dijual seharga sekitar Rp 1 juta.

Berharap kota lebih ramah bagi sepeda

Dengan semakin menjamurnya pesepeda di kota-kota di India, orang-orang mulai membuat grup di media sosial untuk saling bertemu dan merencanakan perjalanan tur bersama, salah satunya yaitu Gurpreet Singh Kharbanda yang tinggal di New Delhi. Ia membentuk sebuah grup sepeda pada awal Juli dan kini grup itu telah memiliki 90 anggota, sekitar 50 di antaranya adalah pengendara pemula.

“Orang-orang ingin bisa rehat dari rutinitas yang monoton selama pandemi. Tapi tidak ada tempat untuk berjalan-jalan dan tidak ada pusat kebugaran,” ujar Kharbanda kepada DW.

“Saya ingin menciptakan rasa ikatan komunitas dan membuat lebih banyak orang menjadi aktif dan menjalani gaya hidup sehat. Ini juga cara yang baik untuk bertemu orang baru.”

Grup ini pada umumnya bertemu tiap akhir pekan dan bersepeda bersama keliling kota. Salah satu tempat paling populer bagi pengendara sepeda di New Delhi adalah sebuah tempat di depan Istana Kepresidenan India, Rashtrapati Bhavan.

Sementara itu, di kota metropolitan timur yakni Kolkata, penggemar sepeda bersatu untuk melobi agar pemerintah menyediakan lebih banyak jalur sepeda. Mereka juga rajin mempromosikan manfaat bersepeda bagi masyarakat. Grup itu mengatakan ingin menghilangkan hambatan bersepeda di Kolkata sambil menginspirasi budaya bersepeda di kota-kota lain.

Warga juga berharap bahwa dengan tren ini, kota-kota di India bisa menjadi kota yang lebih ramah bagi para pesepeda. Kementerian Urusan Perumahan dan Perkotaan India juga mengatakan pandemi corona telah memberikan kesempatan bagi kota agar menjadi lebih mudah diakses oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Luar Negeri

Kejam, Ibu Dua Anak Ditembak Mati Israel, Palestina Janji Akan Seret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional

Published

on

Continue Reading

Luar Negeri

Ribuan Massa Minta PM Israel Netanyahu Mengundurkan Diri

Published

on

Continue Reading

Luar Negeri

Dituduh Melawan Tuhan, Joe Biden Serang Balik Donald Trump lewat Twitter

Published

on

Continue Reading
Loading...