Hasto Sebut Pendidikan Vokasi diharapkan Mampu Wujudkan Kemandirian Masyarakat - Realita Rakyat
Connect with us

pendidikan

Hasto Sebut Pendidikan Vokasi diharapkan Mampu Wujudkan Kemandirian Masyarakat

Published

on

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mendapatkan anugerah Doktor Honoris Causa (Dr HC) Bidang Teknologi dan Pemberdayaan Vokasional dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (1/8/2020). Penganugerahan digelar dalam rapat senat terbuka, di Auditorium UNY.

Hasto Wardoyo dalam penganugerahan tersebut menyampaikan pidato ilmiah bertajuk Peran Pendidikan Vokasional untuk Mewujudkan Kemandirian di Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.

Hasto Wardoyo dalam pidatonya di antaranya menyoroti tentang urgensi pendidikan vokasi dalam mewujudkan kemandirian kabupaten Kulon Progo. Menurut dokter Hasto, panggilan Hasto Wardoyo, pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang didukung oleh perusahaan daerah dan masyarakat tidak hanya belajar vokasional secara nonformal untuk bisa mengolah potensi dan memproduksi sumber daya alam yang ada, namun juga menguatkan kemandirian lainnya.

Namun juga bagaimana cara menerapkan kemandirian sebagai bagian dari ideologi Pancasila yang nyata serta membumikan dan mentransformasikan ideologi yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 menjadi kesejahteraan sosial yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

“Pembelajaran ini kiranya sulit didapatkan dari jenjang pendidikan akademik sehingga kami semua hanya bisa berharap dari jenjang vokasional atau nonformal,” katanya lewat rilis yang diterima Realitarakyat.com, Minggu (2/8/2020).

Hasto menegaskan, untuk tidak membiarkan masyarakat sebagai pemilik sumber bahan baku tidak dididik dan dilatih menjadi produsen dan hanya sebagai konsumen produk asing. Secara internasional sudah terlihat dengan jelas, negara negara produsen atau industri menjadi kaya raya, sementara negara sebagai penyedia bahan baku dan negara yang hanya menjadi pasar pada umumnya lambat berkembang.

“Untuk itu pelatihan dan pendidikan SDM secara vokasional dan nonformal harus selalu mengikuti setiap jenis aktivitas produksi,” paparnya.

Selain itu juga vokasional untuk melatih kemampuan kewirausahaan masyarakat sangat diperlukan karena kemampuan kewirausahaan masyarakat di suatu wilayah sangat mencerminkan kompleksitas aktivitas bisnis di wilayah tersebut.

Untuk menguasai keterampilan cara membangun kompleksitas di desa tidak cukup dibekali dengan teori akademik, tetapi sangat dibutuhkan dukungan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan vokasional berbasis komunitas.

“Inilah pentingnya pendidikan vokasi,” tandas mantan bupati Kulonprogo dua peride itu.

Menurutnya, pendidikan vokasi juga diharapkan menjadi kelanjutan dari pendidikan kejuruan untuk memberikan keterampilan yang lebih unggul melalui jenjang perguruan tinggi. Oleh sebab itu, pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat membutuhkan kerja sama, kolaborasi, dan sinergitas berbagai pihak: pihak pemerintah, akademisi dan perguruan tinggi, dan pihak swasta

“Dalam praktik implementasi inovasi, Kulon Progo tidak hanya melibatkan ketiga pihak tersebut, akan tetapi juga melibatkan masyarakat dalam pembangunan ekonomi kerakyatan yang mandiri,” terangnya.

Pengembangan pendidikan vokasi yang cocok untuk mendukung perubahan di Kabupaten Kulon Progo adalah melalui community based concept di mana masyarakat turut serta aktif dalam menumbuhkan inovasi dan kreativitas serta menjadi laboratorium utama dalam pendidikan keterampilan atau vokasional tersebut.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pendidikan

Denny JA Tuangkan 17 Tahun Kiprahnya sebagai Konsultan Politik lewat Buku

Published

on

Continue Reading

pendidikan

Nadiem Makarim : Sekolah Cikal Hibahkan Merek Merdeka Belajar kepada Kemendikbud

Published

on

Continue Reading

pendidikan

Pengumuman SBMPTN Dirilis Sore Ini, Silahkan Dicek di Sini

Published

on

Continue Reading
Loading...