Connect with us

Daerah

Perang Antar Antar kampung di Bima, 3 Bangunan Ludes Dibakar

Published

on

Realitarakyat.com – Bentrokan antarkampung kembali terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di wilayah Kecamatan Monta antara Desa Waro dan Desa Tangga Baru, Sabtu (1/8/2020). Meski tidak ada korban jiwa, tiga bangunan dan kendaraan dibakar dalam insiden tersebut.

Informasi yang diperoleh, sekelompok warga Desa Waro tiba-tiba menyerang warga Desa Tangga Baru. Diduga ini aksi balas dendam karena kasus pembacokan hingga tewas yang dilakukan oleh sekelompok warga Desa Tangga Baru terhadap seorang warga Desa Waro, pada Kamis (30/7/2020) lalu.

Serangan ini sontak membuat warga panik. Beberapa warga yang melihat langsung kabur menghindar lantaran kelompok tersebut mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan diduga membawa senjata api rakitan.

Warga Desa Waro kemudian membakar tiga bangunan milik warga Desa Tangga Baru. Dua di antaranya rumah dan satu lagi bangunan penggilingan padi yang berada di ujung desa. Selain itu, satu sepeda motor dan satu unit hand tractor juga ikut dibakar.

“Sekelompok warga yang melakukan penyerangan tersebut menggunakan penutup wajah sehingga saya pun tidak mengenal di antaranya. Tak hanya tiga bangunan yang berhasil dibakar, tapi juga satu unit sepeda motor dan satu unit hand tractor,” kata saksi mata yang meminta namanya tidak disebutkan.

Setelah berhasil membakar tanpa ada perlawanan dari Desa Tangga Baru, sekelompok warga Desa Waro tersebut langsung pulang menuju desanya. Sementara warga Desa Tangga Baru yang melihat kejadian itu tak bisa berbuat apa-apa karena khawatir menjadi korban.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam aksi penyerangan itu. Sejumlah aparat polisi diterjunkan ke lokasi untuk menghalau sekelompok warga Desa Waro agar kembali ke rumah masing masing.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum aksi penyerangan terjadi, warga Desa Waro yang didominasi oleh kaum perempuan melakukan pemblokiran jalan di tiga titik di Desa Waro. Caranya dengan menebang pohon dan menggunakan kayu dan batu.

Akibat pemblokiran itu, personel Polres Bima yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, sempat kesulitan dan terhalang menuju Desa Tangga Baru. Pascakejadian penyerangan, kini satu peleton Brimob Kompi 1 Batalion C Pelopor, dua peleton Dalmas dan dua regu Patmor Polres Bima telah disiagakan di dua desa dan sejumlah titik yang memungkinkan kedua kubu saling serang.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo mengimbau agar masyarakat tidak bermain hakim sendiri yang bisa menimbulkan korban jiwa. Dia meminta kedua kubu menyerahkan dan mempercayai sepenuhnya pada kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Kepolisian sudah menangkap satu pelaku pembacokan hingga tewas. Rentetan kejadian itu karena penyerangan yang menyebabkan adanya rumah yang dibakar,” kata Kapolres Bima.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Pertamina tingkatkan kapasitas produksi petani kopi Bener Meriah

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kehilangan Spirit, Kajari Ende Dituding Biarkan Korupsi Tumbuh Subur

Published

on

Continue Reading

Daerah

MUI Lebak : Orang Tua Tega Bunuh Anak Kandung Akibat Kurang Pemahaman Agama

Published

on

Continue Reading
Loading...