Connect with us

Headline

Raja Salman Perintahkan Kirim Bantuan Darurat Segera untuk Lebanon

Published

on

Realitarakyat.com – Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud memerintahkan pengiriman bantuan darurat secepatnya kepada Lebanon terkait ledakan di Beirut yang menewaskan setidaknya 135 orang.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan, atas perintah tersebut pihaknya segera mengirim bantuan kemanusiaan guna membantu pihak berwenang menangani kondisi.

kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, bantuan diberikan melalui King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief).

Ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut menyebabkan kerusakan parah dalam radius 5 kilometer dari titik kejadian. Bangunan di sekitarnya luluh lantak, termasuk apartemen, perkantoran, rumah tinggal, menyebabkan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Selain ratusan korban tewas, ledakan ini juga menyebabkan lebih dari 5.000 orang luka dan puluhan lainnya hilang.

Gubernur Beirut Marwan Aboud mengatakan, kerugian akibat ledakan ditaksir antara 10 miliar sampai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp144 triliun-Rp216 triliun). Nilai kerugian itu termasuk akibat langsung maupun tidak langsung dari ledakan.

Dia juga menyebut potensi krisis yang dihadapi wilayahnya, mengingat keterbatasan jumlah makanan. Gandum yang tersedia saat ini terbatas dan krisis berpotensi terjadi jika tak ada bantuan internasional.

Sebelum ledakan, perekonomian Lebanon sudah terperuk. Negara itu berada di tengah krisis terparah dipicu ketegangan politik yang diperparah pandemi Covid-19.

Bahkan pemadaman listrik di Beirut dan beberapa daerah telah melampaui 20 jam dalam sehari pada Juli lalu. Imbasnya, sebagian warga di negara berpenduduk hampir 7 juta jiwa itu berada dalam kegelapan ekstrem. Pemadaman listrik ini disebabkan berkurangnya pasokan bahan bakar.

Pemadaman menyebabkan rumah sakit utama di Beirut menutup kamar operasi dan menunda serangkaian jadwal operasi. Hal ini membuat pelayanan kesehatan lumpuh.

Sementara itu tingkat pengangguran di Lebanon melebihi 30 persen hingga akhir Mei 2020. Nilai mata uang pound Lebanon terhadap dolar AS juga terus merosot. Harga barang dan kebutuhan pokok kian melambung, membuat kehidupan warga negara semakin sulit. Ledakan dahsyat yang terjadi pada Selasa lalu semakin menambah penderitaan warga.(iLM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Menantu Jokowi, Boby Nasution Laporkan harta Kekayaan Sebesar Rp 54.8 Miliar

Published

on

Continue Reading

Headline

Inilah Daftar Lengkap Nama – Nama 56 Pati TNI yang Dimutasi

Published

on

Continue Reading

Headline

Per Hari Ini Saja Jumlah Kasus Covid Bertambah 4.494 kasus, Total saat Menjadi 271.339 kasus

Published

on

Continue Reading
Loading...