Connect with us

DPR

Pieter Abdullah Ekonom Senior Sebut Resesi ini Bukan Akibat Kebijakan Tetapi Akibat Pandemi

Published

on

Realitarakyat.com – Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) RI pada kuartal II 2020 terkontraksi hingga 5,32 persen.

Sejumlah pihak menyebut Indonesia hampir masuk ke resesi. Pasalnya di kuartal II-2020, ekonomi Indonesia minus -5,32 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu.

Ekonom Senior, Pieter Abdullah mengatakan Indonesia secara teknikal sudah resesi. Karena secara definisi yang disebut dengan resesi yakni apabila Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi secara negatif dua triwulan berturut-turut.

“Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 negatif 4,19 persen. Artinya secara teknikal kita sudah resesi,” ujar Pieter Abdullah dalam diskusi dialektika demokrasi di Media Center Parlemen Senayan, Kamis, (6/8/2020).

Dialog bertajuk, ‘Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya’ itu dihadiri Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Sedangkan Anggota Komisi XI DPR Ecky Awal Mucharam melalui virtual.

Lanjut Pieter,Oleh karena itu saya selalu mengatakan Resisi sekarang ini adalah sebuah kenormalan baru ” justru sekarang ini, semua negara akan mengalami resesi, apakah itu resesi teknikal atau resensi yang umumnya,itu sudah sera official beberapa sudah dinyatakan resesi, termasuk Singapura, Korea Selatan, Amerika banyak negara yang sudah resesi secara official, karena triwulan 1 dan triwulan 2 mereka mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif.” Ucapnya

Jadi sebuah kenormalan baru sebuah hal yang tidak terelakkan semua negara akan mengalami resesi di tengah wabah, kalau kita bicara tentang sebuah kenormalan baru, kondisi yang ini adalah akibat wabah, “Saya ingin menyampaikan kita tidak perlu panik saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak perlu panik, memang hal ini tidak kita inginkan, tetapi ini menimpa banyak negara dan resesi ini bukan disebabkan oleh kesalahan kebijakan tetapi resesi ini akibat wabah.” Ucapnya.

Pieter yang juga Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) itu menilai wabah Covid-19 menyebabkan terbatasnya aliran manusia, barang dan uang.

Karena, menurutnya, di tengah wabah pandemi Covid-19 sangat mudah untuk membayangkan pertumbuhan ekonomi pasti negatif.

“Investasi, ekspor, impor dan semuanya di tengah wabah Corona pasti turun. Kenapa, karena wabah ini membatasi aktivitas,” tandas Pieter.

Pandemi Covid-19 berdampak luas di sejumlah negara. Bahkan hampir semua negara melaporkan penurunan ekonomi akibat virus yang berasal dari Kota Wuhan, China tersebut.

Pieter berujar membatasi aktifitas sosial ekonomi tidak hanya di satu negara, tapi di seluruh dunia.

“Artinya di tengah kondisi wabah sekarang ini aktivitas sosial ekonomi yang terkait dengan konsumsi juga akan turun di seluruh dunia,” pungkas Pieter Abdullah.(Es)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Pembahasan RUU Ciptaker, Ketua DPR: Jangan Ada Pihak Dirugikan

Published

on

ist/net
Continue Reading

DPR

Komisi III Dorong Kepolisian Tangkap Kembali Napi Buron WNA China

Published

on

ist/net
Continue Reading

DPR

DPR Sahkan RUU Bea Meterai, Tarif Jadi Rp 10.000

Published

on

ist/net
Continue Reading
Loading...