Connect with us

Hukum

Proyek Fiktif Waskita, Saksi Para Tersangka Diperiksa Oleh KPK

Published

on

Realitarakyat.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sejumlah pengerjaan proyek subkontraktor fiktif pada proyek proyek PT Waskita Karya (Persero).

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga (Persero) sekaligus tersangka Desi Arryani juga telah kembali diperiksa, hari ini, Kamis (6/8/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan pemeriksaan Desi kembali dihadirkan penyidik KPK.

“Ada dua otang saksi dipanggil untuk tersangka DA (Desi Arryani/mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga mantan Dirut PT Jasa Marga),” ujar kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Ali menjelaskan kedua saksi itu merupakan perwakilan dari PT. Jakarta Realty dan perwakilan PT. Perintis Triniti Properti.

“Kami juga memanggil tiga saksi lainnya dalam penyidikan kasus ini,” ucap dia.

Sementara itu, saksi dipanggil untuk tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR).

“Dua pegawai PT Waskita Karya (dipanggil sebagai saksi tersangka Fathor, red) yaitu, Affan Riswan dan Ridwan Dharma,” terang Ali.

Selanjutnya, kata dia, saksi karyawan PT Waskita Karya Antonius Yulianto Tyas Nugroho dipanggil untuk tersangka mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana (JS).

Dalam kasus ini penyidik KPK telah menetapkan 2 orang tersangka.

Mereka adalah Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS), dan mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU).

Lima tersangka itu diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor diduga fiktif pada proyek proyek dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya sejak tahun 2009-2015.

Dalam konstruksi perkara disebut pada 2009, Desi menyepakati pengambilan dana dari PT Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Desi tampak terlihat mengenakan rompi tahanan warna oranye dengan tangan terborgol, Ditrinya hanya terdiam alias tak berkomentar dan langsung bergegas menuju mobil tahanan demgan pengawalan petugas KPK.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana, dan lingkup pekerjaannya.

Selanjutnya 5 orang tersebut melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Komisi III Dorong Kepolisian Tangkap Kembali Napi Buron WNA China

Published

on

ist/net
Continue Reading

Headline

Inilah Identitas Pelaku Pencoretan Mushala Darusallam Tangerang

Published

on

Continue Reading

Hukum

Dugaan Kasus Korupsi Proyek Jembatan Waterfront City, KPK Tahan Dua Tersangka

Published

on

ist/net
Continue Reading
Loading...