Connect with us

Ekonomi

Menteri Teten: Tata Niaga Produk UMKM akan Dibenahi

Published

on

Realitarakyat.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun rencana untuk membenahi dan menata tata niaga produk UMKM di seluruh Indonesia.

“Kita akan menghubungkan produk UMKM dengan pasar. Misalnya, untuk produk pertanian, sudah harus terhubung dengan pasar sejak masa tanam. Jangan menunggu panen baru mencari pasar,” jelas Teten di hadapan walikota Salatiga Yulianto dan para pedagang Pasar Blauran II, di Kota Salatiga, Kamis (6/8/2020).

Untuk itu, Teten menekankan agar proses digitalisasi UMKM dipercepat karena tren market demand saat ini ada di marketplace online. “Kalau sudah digitalisasi, maka akan terhubung dengan market yang sangat luas. Bahkan, bisa lebih mudah mengakses ke pembiayaan”, ujar Teten.

Hanya saja, Teten mewanti-wanti bila sudah terhubung dengan pasar online harus respon dengan cepat setiap permintaan. Selain itu, kapasitas produksi harus mampu memenuhi permintaan konsumen. “Permintaan di marketplace itu besar. Kita harus siapkan kapasitas produksinya agar mampu mencukupi permintaan,” kata MenkopUKM.

Terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), selain restrukturisasi kredit, subsidi bunga, subsidi pajak, dan pembiayaan baru, pemerintah juga akan merilis program tambahan berupa Bansos Produktif.

Bansos itu diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan. Program akan menyasar 12 juta pelaku usaha yang masing-masing mendapat hibah modal sebesar Rp2,4 juta. “Saya minta dinas setempat mendata mereka by name by address,” ujar Teten.

Selain itu, Teten mengajak para pedagang Pasar Blauran II untuk bergabung dalam wadah koperasi yang sudah ada. “Bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi. Nanti, koperasinya yang akan kita bantu melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM”, papar MenkopUKM.

Bunga dana bergulir bagi koperasi terbilang sangat murah, yakni 3% pertahun. “Silakan bila ada koperasi di Salatiga yang membutuhkan perkuatan permodalan untuk mengajukan proposal ke LPDB KUMKM”, tandas Teten.

Dalam kesempatan itu, Teten juga menyebutkan akan terus meningkatkan program revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. “Sejak 2003 hingga 2019, sudah ada 831 pasar tradisional yang kita bantu pembangunannya”, pungkas MenkopUKM. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Airlangga : Dukung Ekonomi di Tengah Pandemi, Pemerintah Andalkan Pilkada hingga APBN

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Kemenparekraf : Perkuat Hibah Pariwisata, Rp3.8 Triliun Segera Ditransfer

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Menkeu Sri Mulyani Pastikan Pekerja Seni Dapat Bansos

Published

on

Continue Reading
Loading...