Connect with us

Bekasi

Pemkab Bekasi Bakal Sulap Gedung Juang 45 Tambun Berkonsep Museum Digital

Published

on

Realitarakyat.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi merevitalisasi Gedung Juang 45 Tambun di Jalan Hasanudin, Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan.

Untuk merevitalisasi gedung tersebut, Pemkab Bekasi mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 sebesar Rp 36,9 miliar.

Gedung Juang 45 Tambun itu merupakan bangunan bersejarah di Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi Rahmat Atong mengatakan, revitalisasi Gedung Juang mulai dilakukan setelah selesai proses lelang pada beberapa hari lalu.

Revitalisasi meliputi perbaikan atap rusak hingga penataan menjadi lokasi wisata sejarah di Kabupaten Bekasi.

“Gedung Juang ini ikon kebanggaan warga Kabupaten Bekasi. Bangunan bersejarah, maka harus menjaga dan memeliharanya dengan baik,” kata Rahmat, Minggu (9/8/2020).

Rahmat menuturkan, pihaknya tetap mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi Gedung Juang ini meskipun sejumlah kegiatan lain tertunda akibat kebijakan refocusing penanganan Covid-19.

Tetap sesuai arahan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, revitalisasi tetap dianggarkan karena menjadi salah satu target prioritas pembangunan tahun 2020.

Selain itu, Kabupaten Bekasi ingin memiliki ikon daerah selain alun-alun dan air mancur.

“Sesuai arahan Pak Bupati, penataan Gedung Juang untuk dijadikan museum diorama tetap dapat direalisasikan tahun ini,” katanya.

Revitalisasi atau penataan Gedung Juang 45 Tambun diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata warga Bekasi maupun luar Bekasi untuk mengetahui sejarah Bekasi.

Oleh karena itu, gedung tua itu bakal menampilkan konten sejarah Kabupaten Bekasi.

“Ya kita tahu dulu hanya bangunan gedung tok saja. Nanti ini ditata benar-benar buat gedung saja tapi ada pusat informasi sejarah gedung itu termasuk Bekasi umumnya,” ucapnya.

Proses revitalisasi ditargetkan selesai pada tahun 2020 ini.

“Target Desember 2020 ini, semoga ini menjadi suatu ikon baru menjadi tujuan destinasi wisata sejarah,” ucap dia.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, revitalisasi ini bertujuan membuat bangunan Gedung Juang 45 menjadi museum.

Museum tersebut, kata Eka, bakal merangkum perjalanan sejarah Bekasi sejak masa prasejarah hingga masa sekarang.

Harapannya, masyarakat Kabupaten Bekasi tidak perlu harus jauh jauh lagi untuk mencari sarana rekreasi sekaligus edukasi sejarah.

Apalagi Gedung Juang tersebut bakal dibuat menerapkan konsep museum digital.

“Kita buat konsep diorama dengan tekhnologi mutakhir, yang buat konsep juga para ahli sejarah,” ujar Eka.

Dia menambahkan, di lantai satu Gedung Juang, akan ditampilkan sejarah tentang profil-profil Bupati Bekasi.

Selebihnya akan berpusat pada sejarah daerah Kabupaten Bekasi itu sendiri.

Sedangkan di lantai dua, masyarakat yang datang bisa menikmati sejarah daerah Kabupaten Bekasi yang dilengkapi dengan teater.

Bahkan, gedung tersebut akan memutarkan film-film tentang sejarah Kabupaten Bekasi dan film dokumenter lainnya.

“Ini akan menjadi yang pertama dan satu satunya di Kabupaten Bekasi. Mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi agar segala prosesnya bisa berjalan lancar,” kata.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bekasi

Pemkab Bekasi Hapus Denda PBB hingga 30 Oktober 2020

Published

on

Continue Reading

Bekasi

Pria di NTT Gantung Diri, Diduga Depresi  Akibat Pisah Ranjang Dengan Istri

Published

on

Continue Reading

Bekasi

Selama Pandemi Kebutuhan Listrik Meningkat, 7.952 Pelanggan PLN di Bekasi Ajukan Penambahan Daya

Published

on

Continue Reading
Loading...