Connect with us

Daerah

Saksi Mengaku Terima Rp. 40 Juta Dari Tersangka Kasus Bank NTT 

Published

on

Realitarakyat.com – Senin (10/8/2020) Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Cabang Surabaya Tahun 2018 senilai Rp. 149 miliar secara virtual untuk terdakwa Adi Leba.

Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan saksi yang dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ali Muhtarom. Turut hadir Jaksa Penuntut Umum, Hendrik Tiip dan Herry C. Franklin serta kuasa hukum terdakwa, Marsel Radja dan Fredom Radja.

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Radica Meirani selaku pegawai Bank NTT Cabang Surabaya sebagai saksi untuk terdakwa Adi Leba selaku mantan Kacab Bank NTT Surabaya.

Dalam persidangan, saksi mengaku menerima uang sebesar Rp. 40 juta dari Stefanus Sulayman. Uang diterima dari Stefanus Sulayman itu diberikan sebanyak tiga kali yakni awalnya Rp. 10 juta, kedua Rp. 25 juta dan ketiga adalah Rp. 5 juta.

“Iya benar. Saya terima uang sebanyak Rp. 40 juta dari Stefanus Sulayman. Pertama Rp. 10 juta, kedua Rp. 25 juta dan ketiga sebesar Rp. 5 juta,” kata saksi.

Ditambahkan saksi, ketika dirinya diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi NTT, dirinya telah mengembalikan uang yang diterima dari Stefanus Sulayman sebesar Rp. 10 juta sedangkan sisanya belum hingga saat ini.

Dalam keterangannya juga saksi mengaku bahwa yang berwenang memutuskan kredit yang diajukan oleh tujuh orang debitur itu berada di Kantor Bank NTT pusat yakni pada kewenangan Kepala Divisi Perkreditan dan Direktur Kredit.

Saksi juga mengakui bahwa dalam pengajuan berkas untuk pencarian kredit, banyak terjadi kekurangan berkas namun oleh para debitur. Namun, tetap dicairkan karena ditanyakan terus menerus oleh terdakwa Adi Leba.

Ditambahkan saksi, dirinya juga pernah bertemu dengan Stefanus Sulayman di salah satu hotel untuk membicarakan kredit tersebut. Dan, itupun atas perintah terdakwa Adi Leba.

Terdakwa Adi Leba, ketika ditanya oleh majelis hakim terkait keterangan saksi, dirinya menegaskan bahwa sebagian besar benar dan ada juga yang bohong.

Menurut terdakwa saksi berbohong terkait perintahnya untuk bertemu dengan Stefanus Sulayman untuk membicarakan kredit tersebut.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Ini Hasil Undian Nomor Urut Peserta Pilkada Depok

Published

on

ist/net
Continue Reading

Daerah

Jadi Tersangka, Jaksa Tahan Kadis PUPR Sulawesi Barat

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bulog investasi Bangun Tiga Pabrik Pengolahan Hasil Pertanian di NTB

Published

on

Continue Reading
Loading...