Connect with us

Daerah

Kapolres Taput Tinjau Jembatan Yang Rusak di Desa Muara Tolang yang Mengakibatkan Akses Jalan Lumpuh

Published

on

Realitarakyat.com – Jembatan rusak di Sungai Aek Puli mengakibatkan Dusun dan Desa Muara Tolang, di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, terisolir.

Desa Muara Tolang merupakan Desa terpencil di sebelah Tenggara Taput atau berbatasan di wilayah pengunungan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Jembatan penghubung Desa Muara Tolang ke pusat Kecamatan Simangumban, rusak pada Minggu 2 April 2020, akibat bencana alam.

Kapolres Taput AKBP Jonner MH Samosir bersama personelnya, Sabtu (8/8/2020)yang lalu, meninjau kondisi jembatan yang rusak dan melakukan gotong-royong bersama TNI dan masyarakat.

Dia mengatakan, dia turun meninjau jembatan rusak untuk melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Taput, agar perbaikan jembatan itu dilakukan sesegera mungkin. Dan pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum sudah menurunkan alat berat,” katanya, Lewat Rilis yang diterima Realitarakyat.com, Senin (10/8/2020).

Untuk mengurangi beban warga, sebut kapolres, pihaknya memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa mengurangi beban yang terjadi, akibat rusaknya jembatan itu hingga terisolirnya Dusun dan Desa Muara Tolang,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, jembatan sepanjang sekitar 35 meter lebih itu, rusak atau lantainya ambles.

TNI-Polri dan masyarakat bergotong-royong dibantu alat berat Pemerintah Daerah memperbaiki jembatan darurat dengan menggunakan pokok kelapa pengganti lantai jembatan.

Joel Simatupang (49), seorang penduduk menerangkan, Desa Muara Tolang, Desa Lobu Sihim dan Desa Doloksanggul yang berada di wilayah pengunungan Kecamatan Simangumban Taput, merupakan Desa sebagai sentra pertanaman budidaya pisang.

Rusaknya jembatan yang menghubungkan Desa Muara Tolang ke Desa Lobu Sihim dan Doloksanggul atau menuju pusat Kecamatan Simangumban, berakibat penduduk tidak bisa mengangkut produksi perkebunan.

“Saat ini ada sekitar 400-600 hektare tanaman buah pisang yang sudah produksi di tiga desa ini. Penduduk dalam lima tahun terakhir beralih ke tanaman budidaya pisang. Varietas pisang barangan yang ditanam penduduk dalam 2 tahun terakhir sudah panen raya dan pemasarannya ke Jakarta,” jelas Joel.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Ini Hasil Undian Nomor Urut Peserta Pilkada Depok

Published

on

ist/net
Continue Reading

Daerah

Jadi Tersangka, Jaksa Tahan Kadis PUPR Sulawesi Barat

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bulog investasi Bangun Tiga Pabrik Pengolahan Hasil Pertanian di NTB

Published

on

Continue Reading
Loading...