Connect with us

Daerah

Warga Sebut Bupati Pamekasan Berbohong Soal Tembakau

Published

on

Realitarakyat.com – Aliansi mahasiswa dan rakyat peduli petani tembakau Kabupaten Pamekasan berunjuk rasa di depan kantor DPRD setempat, Senin (10/8/2020).

Mereka mendesak pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

Salah satu pendemo, Nur Faisal mengatakan, ada beberapa tuntutan dalam aksi ini, di antaranya DPRD wajib menyelesaikan revisi Perda Nomor 4 tahun 2015 tentang tata niaga tembakau karena tidak memikirkan nasib para petani serta melakukan pengawasan secara ketat dan profesional.

Faisal lanjut menyampaikan, selain itu pihaknya juga menuntut pemerintah daerah untuk menetapkan standar minimal harga tembakau 15 persen diatas ketentuan Break Even Point (BEP) yang sudah ditetapkan.

Sekaligus menuntut Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e mewujudkan janji politiknya untuk memberikan pembelaan yang nyata pada petani tembakau agar sejahtera.

“Minimal bisa memperkecil kerugian para petani terkait dengan permainan oknum pabrikan yang ingin mencari bahan baku semurah-murahnya dan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

Ketua DPRD Pamekasn, Fathor Rohman mengungkapan, pihaknya telah membentuk panitia khusus untuk merevisi Perda tentang tata niaga tembakau.

“Sudah diajukan perubahan judul ke biro hukum dan Alhamdulillah, diterima dari tata niaga tembakau Madura menjadi pengusahaan tembakau Madura. Tinggal satu yaitu paripurna penyerahan draft raperda itu kepada eksekutif, dan sampai saat ini kami masih menunggu dari pihak banmus kapan akan dilaksankan. Setelah itu pihak eksekutif yang akan memberikan revisi itu ke gubernur,” terangnya.

Wabup Raja’e menegaskan, dirinya dan bupati serta para stakeholder siap mengawasi langsung tata niaga tembakau tahun ini.

“Kita coba akan mempermudah perizinannya bagi para pelaku usaha tembakau, ada tambahan sekitar 20 pengusaha tembakau di Kabupaten Pamekasan. Ini semua kita permudah izinnya agar tembakau Madura khususnya di Pamekasan bisa terserap secara maksimal. Dan itu janji kami di tahun 2018 ketika kami kampanye,” ujarnya.

Untuk diketahui, BEP atau Biaya Pokok Produksi (BPP) tembakau Kabupaten Pamekasan masa tanam 2020 dibagi tiga kelompok yaitu BEP tembakau bawah atau sawah, kemudian tembakau tengah atau tegal dan tembakau atas atau gunung.

Untuk BEP tembakau bawah Rp32.700 per kilogram. BEP tembakau tengah Rp41.499 per kilogram, dan BEP tembakau atas Rp54.437 per kilogram.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Calon Walkot Depok Mohammad Idris Positif Covid-19

Published

on

Continue Reading

Daerah

Peduli Sesama, Kejati NTT Serahkan Bantuan Untuk Jupar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dua Terdakwa Kasus Bank NTT Cabang Surabaya Dituntut Berbeda

Published

on

Continue Reading
Loading...