Connect with us

Daerah

Beginilah Kronogis, Pembunuhan Mahasiswi Unram Menurut Pengakuan Pelaku

Published

on

Realitarakyat.com – Motif tersangka berinisial R (22) membunuh kekasihnya LNS dengan skenario gantung diri di ventilasi rumah kawasan Perumahan Royal Mataram, Nusa Tenggara Barat, karena persoalan hamil.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dalam konferensi persnya di Mapolresta Mataram, Jumat (14/8/2020), menjelaskan, persoalan hamil itu yang kemudian memicu pertengkaran antara keduanya.

“Tersangka kemudian mencekik korban hingga lemas tidak berdaya. Tersangka yang panik kemudian mengambil skenario gantung diri,” kata Artanto.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, secara lengkap menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/7) lalu, dua hari sebelum jasad LNS ditemukan tergantung di ventilasi rumah tersangka R.

Ketika itu, Kamis (23/7) sore, berawal dari tersangka yang dihubungi korban. Melalui sambungan teleponnya, korban meminta untuk bertemu membicarakan soal kehamilannya.

“Kalau tidak mau ketemu, korban mengancam akan memberitahukan kehamilannya kepada orang tua tersangka,” kata Kadek Adi.

Karena mendapat ancaman demikian, akhirnya mereka bertemu di lokasi kejadian. Permasalahan hamil pun dibacarakan. Bahkan mereka sempat berhubungan badan.

“Kemudian pas menjelang malam, ibunya tersangka ini menelpon, disuruh balik (pulang ke rumah orang tuanya di Lombok Tengah),” ujarnya.

Korban yang merasa persoalannya belum selesai, mencegah tersangka pulang dan mengancam akan bunuh diri dengan pisau yang sudah ada ditangannya.

“Tapi berhasil ditenangkan tersangka, mereka lanjut ngobrol biasa, lagi ibunya telpon dan minta segera pulang,” ucap dia.

Kedua kalinya meminta untuk izin pulang, korban kembali mengancam tersangka dengan anak panah yang panjangnya sekitar setengah meter. Karena tersulut emosi, tersangka kemudian mencekik korban hingga lemas tak berdaya.

“Karena sudah lepas kendali, tersangka mencekik korban. Itu yang kemudian tersangka membuat skenario gantung diri,” kata Kadek Adi.

Keterangan itu pun didapatkan dari pengakuan tersangka. Dia juga mengakui perbuatannya yang menggantung korban untuk menghilangkan jejak perbuatannya.

Lebih lanjut, LNS yang kini telah menjalani penahanan di Mapolresta Mataram disangkakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Pasal 351 Ayat 3 tentang perbuatan penganiayaan hingga menyebabkan kematian.

“Sesuai dengan aturannya, tersangka terancam hukuman paling berat 15 tahun penjara,” ujarnya.

Dalam proses penyidikannya, sudah ada 23 saksi yang diperiksa. Selain teman dekat almarhumah, penyidik memeriksa pihak keluarga serta ahli forensik yang melakukan visum dan autopsi jasad LNS.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bukti yang ditemukan di TKP. Seluruhnya turut dihadirkan dalam konferensi persnya.(ilm/ant)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Lairar Rusdi Nasution: Wakil Bupati Paluta Terkonfirmasi Covid 19,Hoax!

Published

on

Jubir Gugus Tugas Covid 19 Paluta, Lairar Rusdi Nasution
Continue Reading

Daerah

Pemerintah Gunakan Telur HE untuk BPNT, Peternak Blitar Kelimpungan

Published

on

Continue Reading

Daerah

Hasil PKN Tanggungjawab Jaksa, Kajari Ende Diminta Belajar Soal Prodak Hukum

Published

on

Continue Reading
Loading...