Connect with us

Daerah

PDIP kritik 404 titik tanpa sinyal telepon dan internet di Sumbar

Published

on

Realitarakyat.com – Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman, mengatakan dalam perayaan HUT ke-75 RI sebanyak 404 titik di provinsi itu masih tanpa signal telepon seluler dan ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah terutama dalam kondisi normal baru yang membuat ketergantungan akan internet meningkat

“Era normal baru pada masa pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang harus segera diatasi dalam mewujudkan “Indonesia Maju” yang jadi tema HUT RI ke-75 pada 2020 ini,” katanya, melalui keterangan persnya, Sabtu (15/8/2020).

Menurut dia kemajuan ini hanya dapat dicapai dengan lahirnya generasi bangsa yang terdidik sekaligus terlatih. “Saat ini dunia pendidikan kita menghadapi tantangan cukup pelik di masa normal baru ini,” kata dia.

Saat normal baru ini pemerintah telah menetapkan pola pendidikan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh yang menuntut kualitas sinyal telepon dan internet yang memadai.

Namun pada saat ini masih banyak daerah di Sumatera Barat yang belum bisa mengakses sinyal telepon seluler dan internet secara baik.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat terdapat 404 kawasan atau titik di Sumatera Barat yang tidak tersentuh sinyal telepon seluler atau blank spot.

“Daerah tanpa sinyal ini tersebar di 94 kecamatan atau 251 nagari di Sumbar,” kata dia. Ia menilai kondisi ini akan menyulitkan siswa maupun guru, melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

“Masih belum jelasnya kepastian waktu pandemi Covid19 ini akan berlalu, maka akses internet plus sinyal telepon seluler, bagaikan ruang kelas belajar yang mutlak harus disediakan pemerintah,” tegas dia.

Baca juga: Penggunaan Wifi secara global meningkat selama pandemi corona

Ia mengatakan hari kemerdekaan pada Agustus ini, mesti dijadikan momentum untuk memerdekakan daerah 3T dari keterasingan sinyal internet.

Hal ini jadi sangat penting karena pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia sehingga negara harus hadir mengatasi kendala pembelajaran jarak jaug terutama di daerah tak disentuh internet dan sinyal telepon seluler.

“Kendala ini mesti segera diatasi, daerah tak ada sinyal di Sumatera Barat ini tak hanya berada di daerah kategori Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Tetapi juga ada di daerah perkotaan,” kata dia.

Salah satunya di Padang di mana sejumlah titik di Kecamatan Pauh dan Lubukkilangan, sampai saat ini masih tidak tersentuh sinyal telepon seluler plus akses internetnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kata dia, mesti berkomunikasi aktif dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Sehingga percepatan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) bisa dilakukan di daerah kategori 3T tersebut.

“Khusus untuk daerah kategori non 3T, ia berharap, pembangunan BTS melalui program Universal Service Obligation (USO) yang dilaksanakan BAKTI bisa jadi solusi cepat,” kata dia.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Konflik Perusahaan Sawit dengan Masyarakat Tanpa Solusi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pemkab Paluta Sosialisasi Penerapan Perbub No. 41 Tahun 2020

Published

on

Continue Reading

Daerah

Pabrik Aqua di Cicurug Dihantam Banjir , Operasi Dihentikan Sementara

Published

on

Continue Reading
Loading...